Siswa SMAN I Parungpanjang Dibagi Tab Untuk BDR

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Avenk

Koran SINAR PAGI, Kab.Bogor,- SMAN 1 Parungpanjang terus berusaha melakukan layanan pendidikan dengan baik ditengah keterbatasan karena Covid-19, diantaranya dengan secara periodik mengadakan Evaluasi Pelaksanaan BDR (Belajar Dari Rumah).

Selain itu managemen sekolah tersebut juga berencana untuk melanjutkan IHT (In House Trainning) dan menghidupkan diskusi layanan siswa di WAG khusus para guru dan walikelas.

Kepala SMAN I Parungpanjang, Dudung N Koswara mengatakan, guru-guru SMAN 1 Parungpanjang sangat serius melayani siswa, sekalipun ditengah wabah Covid-19. “Sejumlah guru terus melakukan layanan bagi siswanya dan mendata sejumah siswa yang memiki sejumah keterbatasan terkait proses BDR, seperti masih adanya sejumlah siswa yang tidak memiliki HP (handphone/telepon selular) atau gadget. Hal ini tentu menjadi kendala proses BDR,” ujarnya, Rabu (05/08/20).

Sehingga, kata Dudung lagi, ada siswa yang baru bisa mengerjakan tugas dari gurunya ketika orangtuanya pulang kerja atau meminjam HP kakaknya agar dapat mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya.

Menurutnya, kendala ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru – guru SMAN I Parungpanjang. “Kepala sekolah dan dewan guru akhirnya berkesimpulan setiap siswa yang punya kendala mesti dibantu dan bentuk bantuan serta layanan sekolah pada siswa yang tak punya HP/gadeget tersebut adalah dengan diberikannya pinjaman Tab untuk belajar,” terangnya.

Selain menjadikan tab sebagai solusi dalam menyelesaikan masasalah BDR, bagi Dudung ada sisi edukasi lainnya yakni memberikan pembelajaran tanggung jawab dan belajar amanah.

“Maksudnya setiap siswa yang diberi tab, Ia harus belajar memanfaatkan, merawat dan suatu saat dikembalikan lagi ke sekolah,” tegasnya.

Sebagai kepala sekolah, Dudung mengajak guru-guru SMAN I Parungpanjang agar melayani siswa sebagai subjek istimewa, “Siswa adalah harta termahal milik keluarga, sekolah dan negara. Mereka adalah generasi yang akan menggantikan kita semua,”

Ditengah keterbatasan dan kendala KBM karena Covid-19, Dudung mengajak para guru melakukan PDAM (Pantau, Dampingi, Apresiasi dan Motivasi) Virtual. PDAM Virtual adalah metode layanan pada siswa saat PJJ/BDR secara humanis.

Bagi para guru di SMAN1 Parungpanjang, sebut Dudung, saat wabah Covid-19 seperti saat ini prioritas utama layanan pada anak didik tidak mutlak target kurikulum, nelainkan bagaimana setiap anak didik tetap dapat belajar, tetap tersambung komunikasi antara guru, siswa dan orangtua.

“Guru harus aktif, kolaboratif dengan orangtua dalam mengawal proses BDR siswa dengan menguatkan apresiasi, motivasi dan menempatkan setiap siswa sebagai subjek. Sebaiknya semua guru harus menghindari membuat siswa stress karena tugas menumpuk dari gurunya. Namun berikanlah tugas yang menarik, kontekstual dan memandirikan siswa,” tandasnya.

Pembagian tab ini mendapatkan respon positif dari Ajid Yanto siswa kelas 10 IPS 1. Ia mengatakan, “Saya sangat berterimaksih kepada pihak sekolah atas bantuan alat komunikasi. Selama ini Saya tidak bisa mengikuti pembelajaran karena tidak punya HP tapi dengan adanya pembagian tab bagi siswa ini sangat membantu, sekarang saya bisa mengerjakan tugas dengan lancar,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Ricki Apriansyah, siswa kelas 11 IPS 4, “Alhamdulillah Saya sangat bahagia bisa dibantu oleh sekolah dengan pinjaman smartphone. Mudah-mudahan Saya bisa belajar lebih baik lagi,” ujarnya.

Mewakili para guru, Wakasek Kurikulum Abdul Haliem mengatakan, “Mengharukan melihat wajah sumringah siswa-siswi SMAN1 Parungpanjang, dengan tablet yang diterimanya. Kami para guru berharap pembagian tablet ini menjadi langkah penting dalam memfasilitasi anak didik kami dalam meraih masa depan,” katanya.

Abdul Haliem mengaku sangat antusias dan serius melayani anak didik saat PJJ, bahkan Ia merencanakan IHT dalam waktu dekat untuk menguatkan para guru dalam melayani anak didik saat PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Pos terkait

banner 468x60