Pemerintah Pusat Bagikan Puluhan Handtraktor ke Kelompok Tani di Sukabumi, Drh Slamet: Jaga Kelangkaan Pangan

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Ayi Suherman

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Peningkatan intensitas olah tanam petani, pemerintah pusat menyerahan bantuan handtraktor kepada 43 kelompok tani yang ada di Kabupaten Sukabumi langsung di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Selasa (04/08/20).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri berharap, ketika handtraktor ini masuk bantuan dari pemerintah pusat, petani bisa menambah operasionalnya sehingga dapat peningkatan kapasitas.

Disisi lain peningkatan intensitas, kemudian juga ekstensifikasi dalam kontek penanaman atau olah tanam bisa meningkat.

“Kalau ektensitasnya bisa meningkat diharapkan produktivitasnya juga bisa meningkat, akhirnya kesejahteraan masyarakat petani bisa lebih bertambah,” harapnya.

Sementara anggota DPR RI, drh.Slamet secara simbolis menyerahkan langsung handtraktor mengatakan, “Kita harus tetap mengejar produksi, sehingga pemotongan untuk sifatnya bantuan itu kita pertahankan, sementara ini dulu tapi ada yang bentuk lain ini hanya tahap pertama, bentuk lain itu ada yang roda empat,” katanya.

Menurutnya, lotensi kelangkaan pangan, yang disampaikan WHO (badan pangan dunia), menjadi warning bagi pemerintah, dua warning sebagai rakyat dan petani, “Kita semua kena warning,” ujarnya.

Kalau dari sisi dewan, lanjutnya, jelas tugasnya mengawasi budgeting supaya pemerintah memastikan bahwa program-programnya mengantisipasi hal itu, kalau pemerintah tentunya sudah mempunyai langkah-langkah antisipasi.

“Pemerintah dalam hal ini, pemerintah pusat membuat program bagaimana membuat petani bangga dengan propesinya itu,” jelasnya.

Sambung dia, “Saya pikir kalau kemungkinan ini ada upaya bagus dari pemerintah kota, darimanapun kita harus belajar, kota itu ingin mempertahankan supaya lahan disana tidak dijual itu rancangannya memberikan insentif. Bagaimana insetif itu dia dipastikan, hasil produksinya itu memberikan kesejahteraan ke mereka, subsidinya adalah subsidi paska panen atau subsidi harga. Saya sampaikan juga di kementerian mohon ini di kaji dan di dalami oleh kementerian,” pungkasnya.

Pos terkait

banner 468x60