Ropik Muksin, “Hikmah Idul Adha, Mari Jaga Persatuan dan Kesatuan”

Saya selaku santri di Ponpes Darul Huda Ciamis dan cukup aktif di media sosial, Alhamdulillah saya punya channel YouTube (Manusia Plural).

Saya mengamati, Saat ini kita diriuhkan dengan berbagai permasalahan, salah satunya RUU HIP. Sampai ada histeria masa untuk menolak RUU HIP ini, namun permasalahan RUU HIP saya kira sudah ada sikap dari pihak pemerintah dan lembaga terkait.Oleh karena itu dalam menyikapi permasalahan tersebut kita harus lebih arif dan bijak.

Kita sepakat untuk menolak RUU HIP, namun jangan sampai ada upaya-upaya politiasisi dalam permasalahan RUU HIP tersebut yang justru dapat memicu terjadinya perpecahan di kalangan masyarakat yang dapat menghilangkan nilai dari sila yang ada di Pancasila tersebut yakni persatuan Indonesia.Ungkap Ropik Muhsin S.Pd, kamis 30 juli 2020

Lanjutnya,mau bagaimanapun Pancasila akan tetap menjadi Dasar Negara dan Pilar Ideologis Negara yang tidak bisa digantikan dengan Ideologi lainnya. dari beberapa persoalan yg sedang dihadapi, kita bisa ambil hikmahnya sebagai motivasi kita untuk lebih meningkatkan jiwa nasionalisme kita, untuk tetap menjaga indonesai.

Apalagi di momentum Iedul Adha/Idul Qurban, dimana ada banyak hikmah yang bisa kita ambil di perayaan Iedul Adha ini, diantaranya:
1. Bersyukur terhadap nikmat yang telah Allah berikan.
Sebagai hamba jelas kita dianjurkan untuk mensyukuri setiap apa yang telah Allah berikan kepada kita, bahkan Allah memerintahkan untuk bersyukur ini didalam Al-Qur’an suroh Al-Baqarah ayat 172 yang artinya : Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.

2. Bersabar dan menerima ketetapan dari Allah SWT,
Kita jiarah ke sejarah, bagiamana dulu Nabi Ibrahim As ketika diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail As, Nabi Ibrahim lantas menerima ketetapan yang maha dahsyat itu, yang secara manusia normal pasti menolaknya, tetapi karena perintah dari Allah, dengan lapang dan ikhlas Nabi Ibrahim menerima ketetepan itu. Kita sebagai manusia yang beragama Islam hendaknya mengambil pelajaran dari kisah tersebut.

3. Berbagi kepada sesama
Sebagian manusia, Sebagai makhluk Sosial, jelas kita tidak bisa hidup sendiri, pasti membutuhkan satu sama lain, maka saling membantu dan saling menolong itu harusnya menjadi kodrati manusia, dan memberikan sebagian harta kita kepada yang membutuhkan itu sangat dianjurkan didalam Agama, bahkan Allah akan melipat gandakan harta yang telah kita berikan, sebagaimana firman-NYA dalam surah Al An’aam ayat 160 yang artinya : berang siapa berbuat kebaikan akan mendapat sepuluh kali lipat amalnya.

Maka dari itu kami mengajak kepada masyarakat Ciamis dan priangan untuk tetap menjaga keutuhan NKRI dengan semangat kebersamaan. jangan sampai terpecah belah demi terciptanya bangsa indonesia yang jaya, Apalagi dalam menghadapai hari raya Iedul adha ini kita bisa menerapkan nilai nilai dan hikmah dari perayaan hari besar tersebut dengan mengdepankan ukhwah Islamiah, Ukhwah Wathoniyah bahkan ukhuwah basyariah.Terangnya

(18)