Rumor Skandal Esek- Esek Mawar Dan Oknum Kadis Sarat Kepentingan?

Pewarta : Heryawan Azizi

KORAN SINAR PAGI, Karawang,- Santernya isue perbuatan tidak terpuji yang dilakukan seorang pejabat kepala Dinas berinisial DA . Menjadi pergunjingan warga netizen.Sempat viral dan terpublikasi salah satu sebuah media online

Perbuatan DA yang di anggap telah berlaku tidak senonoh berbuat mesum dengan salah seorang wanita yang disamarkan bernama “Mawar”, di salah satu hotel,menjadi buah bibir netizen Karawang.

Pasca celoteh Mawar yang mengaku telah di tiduri DA, dengan diberikan janji janji manis diiming imingi, akan dipenuhi segala kebutuhan kuliah dan biaya hidup nya. Namun janji sang KADIS hanya angin surga, sehingga mawar berkoar merasa di PHP in.

Penuturan Mawar, sontak membuat geger jagat maya. Beragam komentar dan asumsi berseliweran. Menuai pro dan kontra di kalangan tokoh dan birokrat Karawang.

Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Jurnalist Karawang H.Entang A , Sonjaya. Menilai rumor tersebut terlalu dibesar-besarkan dan sarat muatan kepentingan padahal belum jelas maksud dan kebenaranya.

“Belum jelas kebenaranya, jangan terlalu dibesar-besarkan. Yang jelas celoteh dari sang Mawar bermuatan dan memiliki maksud tertentu. Kalau benar masa aib sendiri di umbar,tentunya sarat kepentingan” Ujarnya.

H.Entang pun menambahkan dengan penuh seloroh, bahwa hal tersebut persoalam sensitif seharus nya tidak perlu mencuat.

“Kenapa pada saat di “belezon” nya si mawar tidak teriak, mungkin karena ke enakan atau di bayar? Eh begitu keinginanya tidak di penuhi lantas celoteh sana sini. Kalau janji gombal jangkan Kepala Dinas, kita pun sebagai laki laki mungkin itu salah satu jurus jitu taklukan wanita” Gurau nya.

Yang pasti, lanjut nya, harus bijak menilai persoalan ini jangan sampai timbul fitnah dan jadi unsur pidana atas pencemaran nama baik.

“Agar tidak timbul fitnah, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa masuk ke ranah hukum, , atas pencemaran nama baik, atau unsur pemerasan. Langkah baiknya yang bersangkutan klarifikasi jumpa pers bila perlu” Pungkas nya.

(76)