Cari Lawan, Tiga Pelaku Pengrusakan Rumah Kontrakan Berhasil di Ringkus Polisi

Pewarta : Ayi Suherman

Koran SINAR PAGI, Kab Sukabumi,- Satreskrim Polres Sukabumi berhasil mengamankan pelaku pengrusakan dan pengancaman yang dilakukan gerombolan bermotor yang terjadi di Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (24/7/20) tengah malam lalu.

Diungkapkan Kapolres Sukabumi, Akbp M. Lukman Syarif dua orang yakni AG dan RF di amankan Senin (27/7/2020) sementara satu orang pelaku A diamankan di Cianjur pada Selasa (28/7/2020) saat sedang bersembunyi di rumah saudaranya.

“Kita amankan tiga orang pelaku kriminal tindak pidana pengrusakan yang dilakukan pada Jumat 24/7/2020 tengah malam di rumah kontrakan di Cikakak beberap waktu lalu,” ujar M Lukman Syarif.

Dijelaskan M Lukman Syarif ketiga tersangka tersebut diamankan karena sudah merusak rumah dengan menggunakan celurit, samurai dan balok kayu.

Adapun peran ketiganya berbeda ada yang melakukan pengrusakan dan pengancaman terhadap masyarakat, “AG sebagai eksekutor, A dan R yang melakukan pengrusakan,” jelasnya.

“Ini harus kita tangkap dan amankan karena merupakan suatu yang harus segera laksanakan, karena gerombolan kriminal ini sangat meresahkan masyarakat sukabumi,” sambungnya.

Masih kata M. Lukman Syarif untuk tujuan mereka melakukan pengrusakan karena mencari lawan, sehingga mencari kontarakan yang di duga digunakan lawan tersebut, adapun motif nya, pihak kepolisian sedang mendalaminya namun yang jelas menurutnya para pelaku melakukan pengrusakan terhadap rumah kontrakan.

“Adanya kejadian itu masyarakat sekitar merasa cemas, khawatir hingga pemilik kontrakan melaporkan ke polisi. Sementara pengakuan mereka melakukan pengrusakan di satu lokasi Cikakak, jadi pengrusakan hanya di lakukan di kontrakan itu dan mereka berteriak teriak,” terangnya.

Hasil pemerikasaan sambung M Lukman Syarif sementara orang-orang yang ada dalam video yang beredar tersebut kurang lebih berjumlah 8 orang, namun yang melakukan pengrusakan hanya dua orang dan masih didalami.

Ancaman hukuman kita terapkan pasal 170 KUHP atau Undang – Undang Darurat nomor 12 tahun 51 pasal 2 ayat 1 tentang penggunaan senjata tajam tanpa ijin, dengan ancaman hukuman 10 tahun maksimal,” pungkasnya.

(4)