Persiapan PJJ, YPI Darul Qomar Al-Madani Laksanakan In House Training

Pewarta: Deni HM-Dwi

Koran SINAR PAGI (Bandung Barat)-, Sehubungan masih terjadinya pandemi Covid-19, awal tahun pelajaran 2020-2021 sekolah masih harus melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan guru dalam mengelola PJJ, Yayasan Pendidikan Islam Darul Qomar Al Madani Kec. Cihampelas Kab. Bandung Barat melaksanakan In House Training (IHT) bagi guru-guru SMP, MA, dan SMK Madani, Sabtu, 18 Juli 2020. Pada kegiatan tersebut, pihak yayasan mengundang dua narasumber, yaitu Idris Apandi, M.Pd., Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat dan Dra. N. Yuli Ridawati, M.Si., pengawas Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat.

Pada saat membuka acara, perwakilan yayasan Jenal Mutaqin, S.H., S.Pd.I menyampaikan bahwa para guru SMP, MA, dan SMK Madani diharapkan dapat beradaptasi dengan kondisi saat ini dimana guru harus melaksanakan PJJ. Hal ini memang tidak mudah mengingat kondisi peserta didik yang tidak semuanya memiliki sarana seperti HP/laptop dan tidak setiap orang tua mampu memenuhi kebutuhan kuota internet bagi anaknya dan sinyal internet yang kurang stabil mengingat cukup banyak siswa yang tinggal di daerah pegunungan. Oleh karena itu, setiap guru harus menyiasatinya, supaya PJJ dapat berjalan dengan baik. PJJ dapat dilakukan melalui dalam jaringan (daring), luar jaringan (luring), atau gabungan (blended) daring dan luring. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi.

N. Yuli Ridawati menyampaikan materi penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PJJ daring-luring. Tujuannya, untuk memandu guru dalam melaksanakan KBM PJJ bagi secara daring maupun luring. RPP bersifat dinamis, dapat disusun atau disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan kebutuhannya.

Sehubungan dengan adanya skenario daring dan luring, maka konsekuensinya guru disamping harus mengoptimalkan sumber belajar luring seperti buku-buku, TVRI, dan RRI, juga harus menguasai aplikasi untuk pembelajaran daring seperti zoom, webex, rumah belajar, dan Google Classroom, dan lain-lain.

Oleh karena itu, Yuli berharap para guru menjadi sosok pemelajar, mampu menguasai perangkat Teknologi dan Informasi (TIK) agar tidak ketinggalan zaman. Pada kesempatan itu, selain menyampaikan konsep dasar penyusunan RPP edisi PJJ, juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk praktik Menyusun RPP PJJ. Tujuannya, selain peserta IHT memahami konsep RPP PJJ, juga bisa mempraktikannya yang nantiya akan digunakan dalam pembelajaran PJJ.

Idris Apandi menyampaikan materi pemanfaatan Google Classroom dalam PJJ. Nama Google Classroom mulai popular pascapandemi Covid-19 yang menyebabkan pembelajaran dilakukan secara daring, sehingga hal ini bisa dikatakan se sebagai hal yang baru bagi para guru. Pada kesempatan itu, Idris menyampaikan sekilas tentang manfaat dan langkah-langkah menggunakan Google Classroom, dan berikutnya memandu para peserta dalam menggunakan Google Classroom seperti cara membuat kelas, cara memasukkan data siswa kepada dalam kelas, cara membuat tugas untuk siswa, cara menilai tugas siswa, memberikan umpan balik (feedback) terhadap tugas yang dikerjakan siswa, dan sebagainya.

Idris menambahkan bahwa jika guru ingin lancar dalam menggunakan aplikasi seperti Google Classroom, disamping belajar dari orang lain secara langsung, juga harus mau ngulik atau belajar sendiri dari berbagai sumber seperti internet atau youtube. Kemampuan guru dalam menguasai aplikasi daring bukan bukan hanya bermanfaat pada PJJ di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pandemi Covid-19, tetapi juga bisa dimanfaatkan jika kondisi sudah benar-benar normal kembali. “Tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat”, katanya.

(18)