Endang Pu Ishak : Jika Musda Dilakukan, Itu Menyalahi AD/ART dan Juklak-2 Tahun 2020

Pewarta : Tim

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,- Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang dikabarkan berlangsung hari ini, Senin (20/07/20) hingga Selasa (21/07/20) di salah satu hotel di Ogan Ilir dianggap menyalahi aturan alias ilegal. Hal ini ditegaskan Ketua DPD 2 Partai Golkar Kabupaten Ogan Ilir, H. Endang PU Ishak, kepada awak media.

Endang mengaku, dirinya hingga saat ini memang tidak mengetahui dan tidak menandatangani penyelenggaraan Musda tersebut, “Tidak ditandatangani Ketua dan Sekretaris Partai Golkar Ogan Ilir sama sekali, maka Musda tersebut Illegal,” tegasnya.

Seharusnya kata Endang, dikembalikan kepada aturan Partai Golkar yang berlaku, “Saya telah melaporkan hal tersebut kepada DPP Partai Golkar pada tanggal 17 Juli lalu dan diterima tanggal 18 oleh staf DPP Partai Golkar,” terangnya.

Menurut dia, sesuai aturan yang berlaku, maka yang berhak malaksanakan adalah pengurus Kabupaten/Kota itu sendiri, bukan orang lain, “Khususnya harus ditandatangani oleh ketua dan sekretaris,” tambah Endang.

Terkait dengan adanya pemberitaan mengenai dirinya mangkir ketika dipanggil rapat untuk pelaksanaan Musda, Endang menyangkal hal tersebut, karena sebenarnya surat yang diterimanya itu merupakan surat pemberitahuan penetapan tanggal Musda.

“Saya tidak mangkir, hanya saja surat itu penetapan tanggal Musda, dan jelas itu Musda dilaksanakan hingga akhir tanggal 31 Agustus 2020 paling lambat, sehingga jelas juga untuk melaksanakannya masih ada waktu, saya juga telah mengirimkan surat ke Golkar Sumsel, tapi belum ada balasannya,” pungkasnya.

(4)