Sekolah Unggul Versi Prof. Arief Rachman

  • Whatsapp
banner 468x60

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah 69 Jawa Barat)

Prof.Dr.Arief Rachman, menyatakan, ada 10 ciri sekolah yang disebut unggulan. Sebuah sekolah layak dikatakan unggul bila memiliki 10 ciri ini. Bila ada sekolah mengaku sekolah unggul, favorit dan terbaik namun tidak memiliki ciri ke sepuluh versi Prof.Arief Rachman perlu menjadi bahan diskusi. Benarkah unggul?

Adapun ciri yang pertama adalah kepemimpinan sekolah profesional. Pemimpin profesional adalah pemimpin yang partisipatif, tegas, punya visi, memiliki keterampilan, kemampuan, dan kemauan untuk memajukan sekolah. Pemimpin partisipatif dapat menghimpun potensi pengikut menjadi kekuatan teamwork.

Kedua, semua warga sekolah memahami dan melaksanakan visi dan misi sekolah. “Itu ditandai dengan adanya kesatuan pandangan dan arah mengenai visi, adanya konsistensi dan kebersamaan,” Jangan sampai warga sekolah tidak mengetahui visi misi. Warga sekolah harus mengetahui, memahami, bertekad sama untuk mewujudkan visi misi sekolah.

Ketiga, hadirnya suasana pembelajaran yang menyenangkan. Hal itu ditandai dengan atmosfer suasana kelas yang mendukung serta lingkungan kerja yang menyenangkan. Sekolah yang memberi gairah, semangat dan kegembiraan bagi anak didik dalam proses pembelajaran akan sangat efektif. Sekolah terbaik membuat anak didik males diam di rumah. Namun bergairah berangkat ke sekolah.

Keempat, kegiatan pembelajaran di sekolah sangat beragam, seperti intra, co, dan ekstra kurikuler berjalan seimbang dan saling mendukung. Prof.Arief Rachman menyebutkan harus adanya optimalisasi waktu pembelajaran, penekanan pada kemampuan akademik, dan fokus pada pencapaian prestasi. Sekolah menjadi tempat belajar meraih prestasi akademik dan non akademik.

Kelima, guru memiliki perencanaan pembelajaran, yang ditunjukkan dengan adanya target yang jelas, terorganisir, dikomunikasikan pada anak didik, dan adanya fleksibilitas sesuai dengan kondisi anak didik. Ini memperlihatkan guru yang partisipatif dimana anak didik menjadi senter. Anak didik menjadi fokus layanan pembelajaran dengan segala keragaman potensi dan kondisi psikologisnya.

Keenam, semua program yang positif mendapat penguatan dari sekolah, orang tua, dan anak didik. Pelibatan potensi orangtua, guru dan anak didik sangat perlu dipertebal. Penebalan pelibatan semua pihak pada program unggulan sekolah sangat penting. Beban berat dan program positif sekolah akan lebih ringan digerakan dengan pelibatan semua pihak.

Ketujuh, sekolah melakukan monitoring dan evaluasi secara terprogram dan berdampak terhadap perbaikan sekolah. Misalnya, dengan monitoring kemajuan siswa yang dilakukan setiap saat, serta evaluasi kemajuan sekolah. Prof.Arief Rachman nampaknya mengendaki para kepala sekolah melakukan DEKAPAN ADAM. Apa itu DEKAPAN ADAM ? Kependekan dari Dekati, Kenali, Pantau, Apresiasi dan Dampingi. Itulah istilah lembut dari monitoring dan evaluasi terprogram.

Kedelapan, hak dan kewajiban siswa dipahami dan dilaksanakan dengan baik di sekolah. Siswa adalah modal kehormatan dan keunggulan sekolah. Setiap hak siswa harus difasilitasi dengan serius dan adil oleh pihak sekolah. Begitu pun kewajiban siswa sebagai pelajar dan warga civitas akademika harus dimotivasi, diinspirasi bahkan diapresiasi agar dilaksanakan dengan penuh semangat.

Kesembilan kuatkan kemitraan antara sekolah dengan orang tua. Orangtua adalah pemilik anak didik. Ia adalah pelanggan sekolah dan penentu maju mundurnya sekolah. Sekolah adalah rumah pendidikan dan orangtua adalah pemilik Si Anak Didik. Sekolah dan orangtua sama-sama punya tanggung jawab berat mensukseskan anak. Kolaborasi mutualisma antara sekolah dan orangtua adalah wajib.

Kesepuluh sekolah harus memunculkan kreativitas, inovasi dan kebaruan-kebaruan yang memberi warna dinamisasi pada anak didik. Anak didik dan guru harus menjadi bagian dari lahirnya kreativitas. Bangsa yang kreatif lahir dari generasi kreatif. Generasi kreatif lahir dari sekolah yang menstimulus kreativitas. Giat dan geliat yang kreatif akan membuat setiap saat menjadi bergairah karena selalu ada yang baru.

Demikian perspektif Prof.Dr.Arief Rachman terkait ciri-ciri sekolah unggul. Tentu dengan sedikit ubahan narasi dari penulis dan semoga tidak mengurangi substansi yang dipesankan Prof. Arief Rachman. Sekolah unggul tidak identik dengan sekolah di tengah kota, dengan jumlah siswa terbanyak. Melainkan identik dengan kesepuluh ciri di atas.

Pos terkait

banner 468x60