DPRD Jabar: Sanksi Denda Harus Diiringi Penyediaan Masker Secara Masif

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Dwi

Koran SINAR PAGI,Bandung,-Pemprov Jabar mewacanakan denda bagi warga yang tak menggunakan masker selama fase adaptasi kebiasaan baru (AKB). Anggota Fraksi Demokrat DPRD Jabar Asep Wahyuwijaya menilai langkah pendisiplinan itu harus diiringi dengan penyediaan masker secara masif.

“Saya kira tidak masalah dengan pengenaan denda itu, sepanjang Pemprov Jabar bisa memastikan ketersediaan masker untuk warga tercukupi dan penerapannya dapat dilakukan dengan efektif. Jangan sampai aturan mendisiplinkan ini terkendala oleh sulitnya warga mendapatkan maskernya,” ujar Asep

Asep menilai penerapan denda dan penyediaan masker secara masif menjadi adil untuk dilakukan. “Jadi kewajiban Pemprov Jabar oleh dirinya atau dengan cara meminta bantuan swasta untuk menyediakan masker secara masif untuk warga jangan sampai dilupakan juga, supaya sanksi denda itu menjadi fair,” tuturnya.

“Pelayanan publiknya bisa dipenuhi, sanksi tidak ada masalah. Tapi, akan menjadi konyol kalau Pemprov Jabar hanya menuntut denda tapi kewajibannya dia sendiri abaikan,” kata Asep melanjutkan.

Terkait besaran denda yang diberikan, yakni Rp 100 ribu-Rp 150 ribu dinilai Asep hal itu bukan pokok utamanya, tujuannya adalah mendisiplinkan masyarakat dalam menghadapi pandemi yang belum jelas kapan akan berakhirnya.

“Di Kota Bekasi sanksi dendanya malah Rp 250 ribu. Poinnya adalah tujuan mendisiplinkan warga dalam menghadapi pandemi ini, beban yang harus ditanggung akan jauh lebih mahal kalau ada warga yang terpapar. Besaran menjadi relatif, kalau dianggap kecil malah kita khawatir, warga pun akan menyepelekan meski Pemprov sudah memberikan masker,” tutur Asep.

Selain penyediaan masker, Asep juga berharap pemerintah mempersiapkan sumber daya manusia yang memadai agar proses penegakan disiplin bisa berjalan efektif. “Jangan sampai aturan mendisiplinkan ini terkendala oleh sulitnya warga mendapatkan maskernya dan minimnya perangkat satpol PP dalam melakukan penegakan di lapangan,” ucap Asep.

Wakil Ketua DPRD Jabar Achmad Ru’yat menilai penularan COVID-19 di Jabar sudah berada dalam tahap yang mengkhawatirkan. “Jadi sebagai fungsi langkah, peran gubernur sebagai penanggung jawab di Jabar agar masyarakat disiplin menggunakan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, karena dari hasil penelitian masker sangat efektif untuk mencegah pandemi,” ujar Achmad di Gedung DPRD Jabar,

Ia menilai aturan tersebut tidak dipandang dari segi hukumnya. Namun lebih kepada menimbulkan efek jera bagi warga yang melanggar.

“Salah satu upaya untuk mendisiplinkan adalah efek jera, tujuannya hanya efek jera agar masyarakat lebih disiplin, jadi bukan masalah besarannya,” kata Ahmad.

Pos terkait

banner 468x60