Desa Sukamukti Harus Maju, Mandiri Dan Berdayasaing

Pewarta : Ako

Koran SINAR PAGI, Kab, Bandung,-  Kepala Desa Sukamukti, Kec. Katapang, Kab, Bandung,  Agus Tajudin S.Pd Menjelaskan kepada Koran Sinar Pagi, tentang keinginannya sejak awal terpilih sebagai Kepala Desa Sukamukti,  yakni Desa Sukamukti maju, mandiri dan berdayasaing. Bagaimana langkah edukasi untuk mewujudkan warga desa yang maju, mandiri dan berdayasaing?  Agus Tajudin S.Pd.,  dengan tegas menyatakan  harus dengan revolusi mental, melalui pembinaan yang dijalankan RT/RW, kepala dusun dan aparatur pemeritah lainya.

Kepada Warganya  dan  BPD sebagai Badan Pengawas Desa, harus bersinergi dengan seluruh aparatur Pemerintahan Desa. Kalaupun ada permasalahan dapat  dimusyawarahkan agar tidak menghambat program yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Desa

Labih lanjut Agus mengatakan “BPD dan Kepala desa harus paheuyeuk heuyeuk lengeun” agar peogram yang sedang dijalankan oleh Desa Sukamukti berjalan lancar,  tidak ada hambatan. BPD sebagai Badan Pengawas Desa harus medorong program Desa Sukamukti demi untuk kemajuan masyarakatnya,” Tegas Agus

Lebih jauh Agus memaparkan dari program desa maju, mandiri ini, apa saja  yang akan dirasakan masyarakat Desa Sukamukti, mulai pelayanan, pembangunan infrasetuktur dan yang lainnya, pemerintahan desa akan lebih memaksimalkan, keterbukaan informasi dan kemudahan membuat surat-surat yang dibutuhkan masrakat, hadirnya PUSKESOS di Desa Sukamukti ini semata untuk memaksimalkan pelayanan.

Pada kesempatan tersebut Agus menyampaikan cita-cita yairu untuk memajukan daerahnya menjadi desa mandiri, sesuai arahan program dari kementrian desa.  Saat awal menjabat Kepala Desa tahun 2015 berbagai masalah di desanya diuraikan satu persatu dan dicari solusinya dengan jalan musyawarah dan mufakat. Sehingga berbagai hambatan dapat ditangani bersama-sama, setiap langakahnya didasari niat yang tulus dalam membangun desanya.  Bersinergis dalam pembanguan yang didanai oleh pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten sehingga berjalan edektif dan tranfaran sesuai ketentuan. Melibatkan masyarakat, tokoh,BPD dan tiga pilar desa. Hal ini menjadi modal suksesnya pembangunan yang diharapkan masyarakat.

(9)