Sebagian Warga di Desa Sukawening Kec. Ciwidey Resah Surat Nikah Tak Kunjung Terbit

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Reni M
Koran SINAR PAGI, Kab. Bandung,- Terpantau wartawan Koran SINAR PAGI, (08/07/2020) warga di salah satu kampung resah, pasalnya surat nikah tidak kunjung terbit. Padahal warga sudah memberikan sejumlah uang biaya pernikahan kepada lebe AT yakni sebesar Rp 600.000 hingga Rp 700.000 sebagai uang muka.

Seperti yang diutarakan satu di antara warga, sebut saja NY (nama samaran). Menurut NY, “Kami sudah menyetorkan sejumlah uang namun surat nikah tidak kunjung terbit, kami merasa aneh janjinya Pak Lebe proses surat nikah tidak lama tapi sudah tiga thn surat nikah tak kunjung terbit,” katanya.

Berbagai keluhan warga sampai kepada ketua RW setempat YD, dirinya merasa kesal atas berbagai pengaduan warganya dan akhirnya mendatangi Kantor KUA Ciwidey (08/07/2020)e

Saat Ketua RW, YD berada di kantor KUA Ciwidey, Wartawan KSP  pun berada di tempat yang sama. Lebih lanjut,  YD mempertanyakan kepada Kepala KUA, soal beberapa warganya yang tidak memiliki surat nikah dan nikah di bawah umur. Namun kepala KUA membantah, dan menyatakan informasi tersebut tidak benar, “Kalau Pak RW benar ada warganya tidak meliki surat nikah coba di bawa ke kantor kami,”tutur Kepala KUA Ciwidey.

Lebih lanjut  wartawan KSP mewawancara Kepala KUA Ciwidey, berkaitan fungsi Lebe, Apakah di berikan SK oleh kepala KUA?

Pada kesempatan tersebut Kepala KUA menjawab, masalah SK kami berikan bagi lebe (P3N) yang benar-benar bisa melayani warganya, ditanya soal menikah di bawah umur, Kepala KUA membantah, “itu bukan wewenang kami, kalau memang ada oknum lebe yang menyimpang silahkan laporkan kepada kami,” tutur Kepala KUA Ciwidey.

Sementara Lebe AT, terkesan menghindar dari wartawan, baik saat dihubungi via phone cell, maupun saat dikunjungi wartawan ke diamannya

Pos terkait

banner 468x60