Bang Jay “Predator Seks” 30 Anak Laki-laki Dibawah Umur Jadi Korban

Pewarta : Ayi Suherman

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Konferensi pers tindak pidana perbuatan cabul anak dibawah umur sesuai dengan laporan polisi yang diterima oleh Sat Reskrim Polres Sukabumi tanggal 28 Juni 2020, waktu dan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kampung Cibojong RT 25/8 Desa Pulosari Kecamatan Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi Senin (06/07/20).

Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif menerangkan kepada awak media tindak pidana perbuatan cabul kejadian tersebut, awalnya diketahui pada hari Sabtu tanggal 27 Juni 2020 sekitar pukul 18:00 wib. Atas pelaporan ayah dari korban saudara YA, dan tersangka sendiri atas nama FCR atau alias bang Jay (23).

Dari keterangan tersangka perbuatan cabul ini dilakukan sejak tahun 2018 sampai 2020 dan sampai saat ini korban yang sudah kita laksanakan pemeriksaan yaitu berjumlah 30 orang, sementara 17 orang sudah kita laksanakan pemeriksaan detail bekerja sama dengan tim medis dan P2TP2A Propinsi Jawa Barat.

Selanjutnya mengenai kronologis atau modus operandi dari pelaku mengiming-imingi ilmu Kanuragan atau mistis dan kursus musik kepada para korbannya yaitu dikediamannya. Perbuatan tersebut dilakukan oleh pelaku dengan cara sengaja mencari korban lewat jejaring sosial Facebook.

Kemudian setelah korban tertarik, korban diajak bertemu dirumah pelaku, selanjutnya pelaku menawari dan menceritakan mengenai ilmu yang akan diajarkan, kemudian akan dilakukan ritual oleh pelaku pada saat malam hari.

Sampai korban bersedia menginap dan sempat dilakukan ritual, setelah selesai dan korban yang menginap kemudian tertidur di atas kasur di kamar pelaku. Kemudian pelaku membangunkan korban dan menciumi bibir korban, korban sempat menolak, tetapi pelaku menyatakan serta menakuti korban dengan perkataan (mau ngga bacaan itu, maksudnya bacaan arab untuk tujuan mistik disukai dan disegani orang kalua mau kamu harus puasa dan masih ada syarat lain yaitu tantangan ciuman).

Kemudian pelaku memaksa menurunkan celana luar dan dalam korban sebatas betis, kemudian pelaku menjilati dan mengulum penis korban. Seterusnya pelaku memasukkan penisnya kedalam anus korban secara berulang sampai mengeluarkan sperma,” pungkasnya.

Adapun motif pelaku melakukan perbuatan cabul atau sodomi di karenakan pelaku merasa menikmati dan ingin terus melakukannya. Semua korban sodomi sendiri semua berjenis kelamin laki-laki, rata-rata korban dibawah umur 17 tahun.

Untuk korban sendiri ada yang satu kali dilakukan dan ada juga yang berulang kali dilakukan. Korban sendiri kebanyakan berasal dari daerah sekitar tempat tinggal tersangka FCR, dan dulunya FCR sendiri pernah jadi korban pencabulan.

Pasal yang disangkakan kepada tersangka sesuai pasal 82 ayat 1,4 UU RI NO 17 Tahun 2016 tentang penetapan PERPU RI tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang. Pasal 82 ayat 1 paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara. Ditambah Pasal 82 ayat 4 pidana ditambah sepertiga untuk korban lebih dari satu orang menjadi ancaman maksimal 20 tahun penjara,” tambahnya.

(7)