KONI Garut Adakan Bimtek Pengelolaan Administrasi Bagi Cabang Olah Raga

Pewarta : Fitri

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Dalam upaya meningkatkan kualitas tertib administrasi serta implementasi penggunaan anggaran di kalangan Pengurus Cabang Olah Raga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kab.Garut, melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Administrasi bagi Cabang Olah Raga yang berada di bawah naungan Koni Garut, acara tersebut dilaksanakan Kamis (2/7/2020) di Aula Kampus Universitas Garut (Uniga) Jl. Samarang Hampor Garut.

Kegiatan ini sebagai persiapan penyaluran dana bantuan bagi Cabang Olah raga yang akan dialokasikan untuk sarana prasarana.

Sekertaris DPKAD Kabupaten Garut, Ridzki Ridznurdin,SH.,M.Ak. mengatakan, peningkatan akuntabilitas di semua sektor pengguna anggaran harus terus dilakukan, termasuk penerima dana yang ada di Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Garut khususnya para pengurus cabang olahraga.

“Selama ini KONI (Pengelolaan administrasi cabang olahraga, red) cukup bagus walaupun sedikit lambat, tapi poinnya adalah pondasi sisi – sisi pertanggungjawaban yang baik terpenuhi,” ucapnya.

Menurut dia, Koni tiap tahun dapat audit dari akuntan publik, “Mungkin masalah waktu wajarlah, karena KONI mengurus 40 cabor juga,” kata Rizky di sela Bimtek Pengelolaan Administrasi Pengurus Cabor KONI Garut.

Maka dari itu kata Rizky, upaya peningkatan akuntabilitas menjadi bagian penting antara Pemerintah Daerah dan KONI.

Masih menurut Rizky, ketepatan dan kecepatan pengelolaan administrasi KONI juga dipengaruhi oleh cabor, sehingga jika cabor lambat maka akan berdampak juga pada lambatnya pengelolaan administrasi di KONI.

Sementara itu, Ketua KONI Garut, Dr.Ir.H.Abdusy Syakur Amin,M.Eng. mengatakan, anggaran yang digunakan tahun ini akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana olahraga di tiap cabor.

Sehingga tidak hanya teknis kualitas atlet saja, besarnya anggaran yang disediakan pemerintah daerah untuk cabor melalui KONI mengharuskan para pengurus cabor sebagai diantara pengguna anggaran perlu peningkatan kapasitas dalam pengelolaan administrasi.

“Kita ingin meningkatkan kapasitas kemampuan pengurus cabor dalam proses administrasi. Untuk itu kita beri arahan dan pendampingan kedepan. Tahun ini KONI melakukan refokusi anggaran Ini, yakni mengalihkan anggaran itu ke sarana dan prasarana bantuan olahraga. Nilainya besar maka sebagai organisasi yang bertanggung jawab kita meningkatkan para cabor,” kata Syakur.

Jumlah anggaran yang diberikan Pemda untuk KONI sekitar Rp 2 miliar. Nantinya, anggaran tersebut akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana di 40 cabor.

(3)