Meraih Rengking Di Waktu Sekolah Diantara Hal Yang Paling Indah

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Banyumas)-, Dalam rangka menginspirasi publik baca remaja menyambut tahun ajaran baru atau kenaikan kelas mempersiapkan lembaran baru dengan prestasi yang lebih baik. Jurnalis koransinarpagijuara.com melalui Ruang Publik menghadirkan Nur Fadilah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama peraih rangking 1 dan naik kelas ke XII TLM B SMK Ma’arif NU 2 Ajibarang  dengan tema “Membangun Presatasi Dari Kelas”

Prestasi dari tingkatan terbatas atau luas merupakan buah dari kesungguhan langkah. Orang yang memperolehnya adalah orang yang istimewa. Rangking 1 merupakan prestasi ditingkat kelas. Lalu bagaimana prosesnya? Mari kita simak interaktifnya bersama Nur Fadilah:

Prestasi menjadi target setiap siswa, namun semua orang tidak mudah meraihnya. Kapan saudara Dila mulai meraih prestasi dan bagaimana caranya?

Hādżā min faḍli rabbī, liyabluwanī a asykuru am akfur. Ini termasuk karunia Tuhanku, untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Sejak saya mengenal dunia pendidikan yaitu saat TK. Banyak prestasi yang diraih seperti dibidang tari, menyanyi, menggambar dan mewarnai. Setiap moment lomba pasti saya yang mewakili. Saat SD saya fokus dipelajaran dan mengaji, tidak banyak prestasi yang diraih di SD. Namun di masyarakat selalu meraih juara. Saat SMP saya sekolah paket B/sekolah Terbuka namun tidak menghalangi saya untuk berprestasi. Ada suatu lomba namanya Lomojari (Lomba Motivasi Belajar Mandiri) semacam LCC karena sekolah Terbuka dituntut untuk belajar secara mandiri. Dan dibidang pramuka saya tetap aktif.

Apa yang dirasa dan diungkapkan saat menerima prestasi itu

Pastinya senang dan bersyukur. Namun karna orang tua saya orang yang biasa saja, tidak heboh dan tidak pernah berlebihan dalam suka maupun duka saya pun menjadi pribadi yang demikian. Jangan mudah puas, harus lebih ditingkatkan.

Motivasi apa yang melatar belakangi meraih prestasi?

Semua orang menginginkan kesuksesan. Kebanyakan orang berpikir kesuksesan itu identik dengan tahta, harta, jabatan. Namun menurut saya sukses itu jika kita berhasil mencapai tujuan. Dan setiap langkah yang dituju saya merasa harus berhasil, namun jika tidak harus ada terobosan lain untuk mencapai tujuan tersebut. Gagal pasti ada, tapi jangan menyerah. Dan kesuksesan seorang pelajar ya pastinya rengking dan prestasi. Masa sekolah adalah masa yang paling indah. Kita mempunyai waktu bermain, waktu yang begitu luas. Pelajaran memang sulit, namun lebih sulit problematika kehidupan. Kita harus bisa berperang melawan diri sendiri “Keraslah pada dirimu maka dunia akan takhluk padamu”.

Kalau ditanya pelajaran apa yang paling disukai dan pelajaran apa yang paling sulit, Dila bagaimana adaptasinya?

Semua pelajaran saya suka. Terlebih pelajaran produktif kan jurusan Teknologi Laboratorium Medik/Analis Kesehatan. Meskipun baru mempelajari namun saya mudah paham apalagi jika dipraktekan. Saya lebih suka praktek ketimbang materi makanya meskipun saya jarang di kelas namun tetap bisa meraih rengking 1 sejak SMP. Namun saya merasa kesulitan di pelajaran matematika seperti yang dialami kebanyakan siswa. Sebenarnya waktu SD dan SMP saya sangat suka, namun entah mengapa di SMK saya kurang semangat di matematika sehingga kurang menguasai. Saat guru mengajar mungkin paham, namun saat diberi soal merasa kesulitan. Cara mengatasinya yaitu dengan konsultasi dengan guru agar paham dan bisa mengerjakan. Jangan malu bertanya. Atau lihat di internet, youtube tutorialnya.

Dalam kelas guru memiliki cara dalam motivasi muridnya untuk menjadi juara, motivasi dari guru apa yang paling berkesan pada diri Dila?

Guru banyak bercerita saat menempuh pendidikan sehingga saya lebih bersemangat. Saat guru memberikan dorongan, pujian sedikit saja maka akan membawa perubahan besar kepada diri siswa, namun sebaliknya. Sebenarnya semangat itu ada dalam diri saya sendiri. Terlebih ketika teringat orang tua dan kakak yang membiayai sekolah saya dan adik. Intinya jangan sampai mengecewakan.  Memang si prestasi dan rengking tidak menjamin kesuksesan dan kecerdasan seseorang karna setiap orang itu mempunyai kelebihan masing-masing. Namun setidaknya saat di dunia pendidikan kita harus meraihnya. Sebagai aktivis organisasi di sekolah saya sering bermusyawarah dengan kesiswaan bagaimana agar membangun semangat yang baru kepada siswa setiap harinya.

Siswa SMK rata-rata sudah mulai berpikir panjang tentang masa depannya. Coba jelaskan program harian, mingguan, triwulanan, semesteran atau setiap periode untuk meraih apa yang dicita-citakan

Di sekolah kami dilatih untuk berani, dapat berkomunikasi, bermental dan berakhlak. Sekolah  terpilih untuk mengadakan Tefa. Kami mempunyai produk dengan cap sekolah. Sekolah banyak bekerjasama dengan RS, Puskesmas, PT, perusahaan, stasiun TV  dan magang ke Jepang sehingga diharapkan siswa setelah lulus dapat bekerja.

Apa harapan Dila setelah perlahan-lahan apa yang ditargetkan terakhir kedepannya?

Saat ini saya masuk finalis 100 besar menuju 35 besar Putri Inspirasi 2020. Awalnya saya terbilang berjuang sendirian, tapi saya optimis saja mengandalkan kemampuan sendiri hingga dapat lolos 100 besar. Namun sekarang saya didukung dari pihak PAC dan PC bersyukur sekali mewakili Banyumas. Saya berharap terus ke babak selanjutnya karena saya siap untuk menjadi Putri Inspirasi 2020. Untuk itu vote saya (Follow ig woobiz wajib https://instagram.com/woobizid. Lalu klik http://linktr.ee/aplikasiwoobiz pilih  vote, isi IG sendiri, pilih Group B dan pilih Nur Fadilah – Banyumas, kirim) . Saya juga berharap bisa belajar dan mengembangkan bakat nulis. Setelah lulus jika ada pekerjaan yang cocok saya akan ambil, syukur bisa sambil kuliah. Jika belum ada yang cocok saya ambil kuliah, toh saya bisa usaha sendiri kecil-kecilan. Setelah lulus jangan sampai nganggur dan mengecewakan.

Terakhir, motivasi apa yang ingin Dila sampaikan kepada siswa yang malas belajar?

Pelajaran memang sulit, namun lebih sulit problematika kehidupan. Tak selamanya kita bersekolah, jangan lupa akan tujuan sekolah dan disekolahkan oleh orang tua. Lakukan sebaik mungkin. Malas boleh asal mempunyai target pencapaian harus bisa mendapat nilai baik. Ingatlah bahwa keturunanmu dikemudian hari berhak terlahir dari ibu yang cerdas. Dan laki-laki adalah kepala keluarga. “Ilmu ku cari, amal kuberi. Untuk agama bangsa negeri”.

(30)