Balai Adat Dayak Kenyah Tepian Buah Terbesar di Kaltim

Pewarta : Niko

Koran SINAR PAGI, Berau-, Pendirian Perdana Tiang utama balai adat Tepian buah ini oleh masyarakat bersama Pemkab Berau ini dikemas melalui adat dan budaya suku dayak kenyah leppo jalan melalui acara ” penanding med’deng sukaq lamin adet ” yang difasilitasi pemrintah kampung tepian buah.

Surya emi, Kepala Kampung Tepianbuah menyampaikan
bahwa rencana anggaran Pembangunan ini menelan biaya 4M,  dengan luas 34 x 56 meter merupakan balai adat terbesar nantix yang ada dikalimantan timur , dimana rencananya nanti akan digelar musyawarah besar kerukunan dayak leppo jalan tahun 2024 mendatang.

Pendirian tiang Perdana balai adat terbesar di wilayah kalimantan Timur ini secara khusus dihadiri oleh ketua DPRD Kaltim Makmur Hapk bserta istri , wabup berau H. Agus tamtomo, bupati Muharram dan sekda berau muh.Gazali , kadisbudpar H.Masrani.beserta unsur OPD.

Bupati Berau dalam sambutanx mengingatkan agar pemb ini dpt trs dkwal sehingga akan trlaksanax musyaesrah besar dsyak kenyah yg digelar 2024 th depan.

Sebagai tuan rumah dimana pembangunan ini akan menjadi ikon pariwisata untuk pengembangan daerah serta mengingatkan untuk selalu bergotong royongtuk kmajuan daerah.

Bupati Muharram, Balai adat sebagai sebuah sentral pengembangan dan pelestarian nilai-nilai budaya mempunyai peran penting untuk mensinergikan konsepsi pembangunan kebudayaan masyarakat dengan berbagai aktifitas didalamnya.

Keberadaan balai adat ini menurutnya lagi, menjadi bukti nyata bahwa adanya komitmen kuat dari masyarakat untuk mempertahankan dan menunjukkan jati dirinya sebagai masyarakat yang beradab, Karena keberadaan rumah adat ini merupakan simbol peradaban dan simbol kehidupan masyarakat dari masa ke masa.

Jelasnya, Keberadaan balai adat ini juga sebagai simbol persatuan dan kesatuan yang mengikat masyarakat adat di wilayah ini untuk selalu hidup rukun dan saling tolong menolong dalam semangat gotong royong.

Bupati berau muharram .mngingatkan agar pembangunan .ini dapay terus dikawal sehingga akan mendukung trlksananya mubes yang digelar 2024 mndatang sbg tuan rumah Mubes.

pembangunan balai adat ini dapat menjadi ikon pariwisata membanggakan daerah Dan Mengingatkan agar suasana gotong royong trs dipupuk dan dipertahankan.

Dikonfir Disela Acara Makmur Hapk, berharap Pembangunan ini bisa menjadi alat untuk memprtahankan adat budaya bagi anak cucu kita kelak serta dapat difungsikan dgn baik.

(7)