Guru Honorer Dapat Motor Baru

  • Whatsapp
banner 468x60

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Guru Dan Ketua PB PGRI)

Sungguh luar biasa Kepala KCD Wilayah V Dr.Hj.Nonong Winarni dengan MKKS SMA/SMK Kabupaten Sukabumi. Mengapa mereka luar biasa ? Karena Kepala KCD wilayah V dan para kepala sekolah SMA/SMK di Kabupaten Sukabumi telah menunjukan kepedulian yang luar biasa kepada guru honorer yang terkena musibah.

Adalah Uyandi seorang guru SD honorer, rumah dan motornya habis dilalap Si Jago Merah. Rumahnya rata dengan tanah, sebuah ujian berat di tengah wabah Covid-19. Uyandi adalah guru honorer yang sudah lama mengabdi melayani anak didik SD. Ia harus berjalan jauh ke sekolah dimana Ia bertugas.

Berkat gagasan mulia Kepala KCD Dr.Hj.Nonong Winarni dan para kepala sekolah SMA/SMK Kabupaten Sukabumi dibawah kepemimpinan H. Mumuh M.Pd dan Drs.Juanda M.Pd, Uyandi mendapatkan sejumlah Bantuan. Diantaranya adalah motor baru untuk kelancaran tugasnya mengajar sebagai guru honorer. Sebagai pengurus organiasi profesi guru ditingkat pusat, Saya sampaikan apresiasi dan kagum pada kekompakan para kepala SMA SMK dibawah binaan Kepala KCD wilayah V.

Gerakan kemanusiaan dan kepedulian kepada guru honorer yang dikomandoi Kepala KCD wilayah V dan para MKKS SMA SMK, sungguh menjadi teladan. Semoga semua KCD khususnya wilayah Disdik Jawa Barat dapat meniru keteladanan KCD wilayah V dan para kepala sekolah SMA SMK di Kabupaten Sukabumi dalam “melindungi” nasib dan derita guru honorer.

Menurut H.Didin Jamaludin, M.Pd dan H.Supyadin, M.Pd dua kepala SMA di Kabupaten Sukabumi, gagasan memberi motor baru pada Uyandi adalah masukan dari Ibu KCD wilayah V dan disambut positif oleh para kepala SMA/SMK Kabupaten Sukabumi. Sungguh akan sangat bermanfaat bagi keluarga Uyandi sang guru honorer yang terkena musib dengan mendapatakan motor baru. Plus untuk Ia bekerja melayani anak didiknya.

Saat pandemi Covid-19 ini kita semua warga negara perlu meningkatkan kepedulian, terutama kepada kawan sejawat yang rawan keadaan finansial keluarganya dan terkena musibah. Bila kita peduli dan bergotong royong, maka beban sesama akan lebih ringan kita pikul bersama. Pemberian motor baru pada Uyandi Sang Guru honorer SD yang rumahnya rata dengan tanah adalah wujud kemanusian dan kemuliaan sesama warga bangsa.

Selalu Saya katakana para kepala sekolah itu adalah “mendikbud kecil” yang punya posisi strategis di dunia pendidikan. Kepala sekolah mampu menggerakan kekuatan efektif dalam menciptakan layanan pendidikan terbaik yang berhamba pada anak didik. Kepala sekolah adalah kekuatan real yang sangat kontributif pada perbaikan pendidikan kita.

Tujuan pendidikan nasional hanya akan tercapai dengan baik melalui para kepala sekolah penggerak. Kepala sekolah penggerak akan mempercepat target “merdeka belajar” bahkan seperti kisah di atas, para kepala sekolah pun mampu “memerdekakan” derita guru SD honorer.

Kepala KCD wilayah V, Ketua MKKS SMA/SMK layak mendapatkan bintang. Mewakili pengurus dan keluarga besar PB PGRI, Saya kagum dan apresiasi pada gerakan kemanusiaan terhadap guru honorer. Semoga kisah empatik ini mampu memantik gerakan di seluruh penjuru Indonesia dalam “menyayangi” para guru honorer. Terutama yang terkena musibah. Pepatah bijak mengatakan, “Bila kita mengurangi beban derita orang lain, maka Tuhan pun akan mengurangi beban derita kita”.

Pos terkait

banner 468x60