Tentang RUU HIP

  • Whatsapp
banner 468x60

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Guru Dan Penulis)

Terima kasih Pak Jokowi yang sudah menghentikan agenda politik terkait Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Presiden Jokowi menghentikan setelah menyerap aspirasi dari berbagai pihak. Sejumlah purnawirawan TNI dan mantan wakil presiden Tri Sutrisno pun hadir.

Aneh memang para anggota DPR RI, saat pandemik seperti ini malah membahas RUU HIP. Mereka sok sibuk, biasanya juga ruang DPR RI kosong dan sebagian tertidur. Beruntung kita punya Presiden yang tanggap dan merasakan aspirasi dari rakyat. Plus NU, Muhamadiyah dan MUI pun menolak.

Bila NU, Muhammadiyah, MUI, GP Anshor dan sejumlah ormas besar lainnya menolak, ini adalah wajah masyarakat kita. Wajah yang sepakat menolak adanya RUU HIP yang digelindingkan para anggota DPR RI. Mungkin dalam internal DPR RI ada dinamika dan itu biasa. Namun RUU HIP ini adalah hal yang tak penting di era Covid-19.

Sebaiknya menurut Saya sebagai guru, apa yang disampaikan almarhum Taufik Kiemas tentang Empat Pilar Kebangsaan jangan diganggu. Empat pilar kebangsaan yakni : 1) Pancasila, 2) UUD 1945, 2) Bhineka Tunggal Ika dan 4) NKRI. Jangan diganggu gugat, ini sudah sangat baik untuk membangun kebangsaan kita. Kalau pun mau “diganggu” tambah satu lagi yakni pendidikan.

Bila Taufik Kiemas punya empat pilar kebangsaan, andaikan Saya boleh tambahkan dengan “Pilar Pendidikan”. Apa pun di negeri ini tanpa proses pendidikan yang melibatkan guru, tidak akan sukses. Semoga dengan adanya tambahan satu pilar yakni pendidikan tidak ada lagi guru honorer yang jauh dari UMK/UMP/UMR.

Anggota DPR RI gajinya puluhan juta dan dapat pensiun seumur hidup. Guru honorer gajinya di bawah UMR dan tidak ada pensiunnya. Padahal anggota DPR RI hanya kerja satu periode 5 tahun dan ketika tidak terpilih lagi dapat pensiun seumur hidup. Guru honorer seumur hidup jadi honorer dan tidak ada pensiunnya. Anggota DPR RI banyak tidur di ruang sidang, guru honorer berkeringat jaan kaki menuju sekolah.

Ahaa, kembali ke RUU HIP. Ada beberapa hal yang jangan diganggu di negeri ini. Faktanya sudah menjadi absolut dan mutlak. Tiada lain adalah Pancasila. Jangan ada upaya memeras, atau menjadikan Pancasila menjadi Tri Sila dan Eka Sila. Itu hanya wacana Bung Karno, sebagai bahan diskusi saja. Bahasan akademik dan sejarah. Faktanya Pancasila mutlak dan absolut. Tidak ada konsep Khilafah, NII, PKI dan ideologi dari luar bangsa kita. Idelogi khilafah, PKI, NII adalah dari luar. Tak sesuai kepribadian dan sosio kultural bangsa kita.

Para anggota DPR RI seolah gak ada kerjaan dan tak elok membahas RUU HIP disaat wabah Covid-19. Ideologi itu penting namun apakah lebih penting dari kesehatan dan kebutuhan perut rakyat kita disaat Covid-19? Kesehatan dan perut jauh lebih mendasar dari ideologi. Beruntung Jokowi sebagai Presiden yang berlatar belakang bukan orang partai bisa mengambil sikap, mewakili perasaan rakyat.

Terimakasih Pak Jokowi! Sejumlah tokoh dinegeri ini yang bukan berlatar partai politik seperti Jokowi, Ridwan Kamil adalah tokoh yang bisa lebih menjaga jarak dari kusutnya dinamika partai politik. Sosok unggul tak butuh partai politik, namun partai politik yang butuh mereka. Popularitas, elektabilitas, ketokohan dan keunggulan tokoh non partai akan selalu diincar partai politik.

Partai politik selalu berusaha “mengkapitalisasi” orang-orang hebat yang dikagumi rakyat. Jokowi, Ridwan Kamil awalnya adalah sama-sama insinyur dan bukan orang partai politik. Tokoh seperti Jokowi dan Ridawan Kamil tidak akan terlalu tersandera oleh partai politik karena mereka berasal dari dorongan rakyat bukan dorongan partai politik. Popularitas mereka karena karya dan keunikannya.

Para anggota DPR RI please, cerdas dikit! Jangan melakukan sebuah agenda politik yang berseberangan dengan kebatinan rakyat Indonesia. Apalagi di saat Covid-19 seperti ini. Alangkah baiknya ada RUU memotong gaji anggota DPR RI 50 % untuk dapilnya masing-masing. Saat ini ideologi perut dan kesehatan lebih utama. Terimakasih Pak Jokowi sudah menghentikan ulah para anggota DPR RI, selamat Ulang Tahun Pak!

Pos terkait

banner 468x60