Pasar Semi Modern dan Pelabuhan Perikanan Palabuhanratu Jadi Tempat Rapid Test Masal

Pewarta : Ayi Suherman

Koran SINAR PAGI, Kab Sukabumi,- Rapid Test serentak yang di selenggarakan di Pasar Semi Modern Palabuhanratu dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), mendapat apresiasi dari Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi dan Ketua Persatuan Warga Pasar (Perwapas).

Diungkapkan Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi, Dede Ola melalu Wakil Ketua 1, Hendar Sutendar, HNSI Kabupaten Sukabumi mengucapkan banyak terima kasih atas pelaksanaan rapid tes covid-19, yang di laksanakan di Tempat Pelelangan Ikan PPN Palabuhanratu Senin (01/6/2020).

“Kami mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada tim kesehatan yang sudah jemput bola dengan cara ke liling ke lapak lapak penjual ikan untuk di rapid,” ujarnya.

“Semoga kegiatan ini menjadi perhatian bagi nelayan khususnya, umumnya warga pelelangan ikan, agar lebih waspada dan membiasakan hidup bersih dan sehat, terutama di lingkungan lapak penjualan,” harapnya.

Lanjut dirinya mengatakan, HNSI sendiri secara continu memberikan himbauan terkait covid kepada nelayan dan pedagang, selain itu HNSI berharap agar wabah ini cepat berlalu, karena sangat besar pengaruhnya bagi penjual maupun nelayan.

Saya berharap semoga covid ini cepat berlalu, melihat akibat wabah ini penjualan ikan pun ikut menjadi dampak, bahkan penurunan penjualan mencapai 50%, Semoga Kabupaten Sukabumi kembali normal,” pungkasnya.

Dilokasi yang sama Ketua Warga Pasar (Perwapas) Palabuhanratu, Maidin mengatakan, dengan adanya rapid test tersebut di sambut baik oleh warga pasar namun, belum semua di rapid mengingat warga pasar mencapai 670 pemilik kios dan toko.

“Alhamdulillah masyarakat maupun warga pasar Palabuhanratu sangat menyambut baik adanya rapid tes yang di laksanakan di Pasar Palabuhanratu,” ujarnya

“Tadi itu rapid tes jumlah nya 200, sedangkan warga pasar atau pemilik toko dan kios hampir 670, rapid tes di pasar Palabuhanratu, baru dua kali yang pertama 100 orang yang kedua sekarang 200 jadi warga pasar baru 300 orang yang di rapid tes. Kami pun akan terus komunikasi agar warga pasar bisa semuanya di rapid test.” Pungkasnya.

(3)