Ada Indikasi Monopoli Bantuan BPNT Kabupaten Tulungagung

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Ok

Koran SINAR PAGI, Kab. Tulungagung,-  Adanya indikasi MONOPOLI bantuan BPNT di Kabupaten Tulungagung, hal tersebut dijelaskan Susetyo Nugroho Selaku Penasehat PKTP ( PERKUMPULAN KOMUNITAS TULUNGAGUNG PEDULI ) menyatakan “Terjadinya carut marut dan indikasi monopoli yang terjadi pada program BPNT adalah disebabkan oleh kebijakan Dinas terkait yang tidak menjalankan Juknis dari Permendes secara benar. Hingga memberi peluang pada pihak ke 3 untuk menjadi suplayer dan memaksakan kehendak kepada E-Warung berupa paketan sembako yang terdiri dari 12.5 kg beras + 20 butir telor dan pihak KPM harus menerima paketan ini seharga Rp.180.000, saldo/sisa Rp.20.000, padahal dari sampling yang diperoleh di beberapa Kecamatan ketika di average/rata2 maksimal harga di pasaran adalah Rp.150.000 dalam hal ini KPM sudah dirugikan karena

1.Harus menerima paketan yang belum tentu diperlukan dan sisa saldo belom bisa digunakan karena tidak ada paketan susulan.
2.KPM dirugikan karena harga barang lebih mahal dari pasaran.
Apabila average nya dipasaran adalah Rp.150.000 berarti ada selisih Rp. 30.000 padahal jumlah KPM di Tulungagung adalah 50.064. Jadi indikasi kebocorannya adalah 30.000 x 50.064 = 1.501.920.000. Ujarnya

 

Perihal Indikasi Monopoli Bantuan BPNT Tersebut juga dijelaskan Totok Selaku Ketua LSM CAKRA menyatakan “Terkait BPNT yang telah menimbulkan gejolak di Masyarakat, ada indikasi kebocoran dana sekitar Satu Milyar Lebih ini adalah hal yang sangat fantastis, yang menarik kita sikapi ketika Anggaran Negara yang seharusnya diterima Masyarakat miskin itu terpotong sistematis oleh jaringan yang dibuat melawan Juknis yang sudah ada jadi mari kita selaku Masyarakat membongkar permasalahan tersebut agar hak orang miskin bisa kembali diterima.

Artinya E-Warung harus memahami Juknis tersebut agar penerima bantuan nanti bisa dibantu juga dijelaskan agar paham akan hak haknya dan kalau bisa penerima bantuan juga bisa memahami Juknisnya agar lebih paham akan haknya.

Sehingga penerima bantuan bisa memilih E-Warung sesuai kehendaknya dan bisa memilih E-Warung yang jualannya lebih murah dan lebih bermutu lebih bagus. Jadi tidak ada pemaksaan untuk pembelian sembako paketan disini. Ujarnya.

Pos terkait

banner 468x60