Pencurian Kayu Perhutani Di Petak 49 A

Pewarta : Ok

Koran SINAR PAGI, Kab. Tulungagung,-  Masyarakat Desa Kedungcangkring Kecamatan Pagerwojo kabupaten Tulungagung beberapa hari ini ramai membicarakan terkait adanya beberapa pohon dilahan Perhutani yang ditebang.

Suyadi selaku Kepala Desa ketika ditemui diruangannya (28/05/2020) beserta ketua LMDH mochtar menjelaskan terkait adanya kabar tersebut.

“Kejadiannya ada di petak 49A dengan ditemukannya bekas kayu yang ditebang tetapi hanya bekasnya saja yang ada sedangkan kayunya sendiri sudah tidak ditemukan,” jelas Mochtar.

“Untuk pelakunya sendiri sampai sekarang belum diketahui, hanya kemarin karena adanya permintaan dari mantri perhutani untuk ikut mencari pelakunya akhirnya pihak Pemerintah Desa menghadirkan dua orang yang dahulunya pernah mencuri dan sudah membuat surat pernyataan dan setelah itu dua orang tersebut dijadikan relawan untuk membantu menjaga kelestarian hutan,” kata Mochtar.

Pihak Kepala Desa dan Ketua LMDH juga menepis adanya kabar yang selama ini beredar dimasyarakat bahwa adanya beberapa orang yang menjadi pelaku penebangan dan pembeli yang dimintai sejumlah uang untuk penyelesaian terkait masalah tersebut.

“Untuk lebih jelasnya bisa langsung menemui mantri Perhutani “kata suyadi.

Edy Sis selaku KRPH Gondang membenarkan pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Desa dan Ketua LMDH tersebut ketika ditemui diruangannya (28/05/2020).

“Kejadiannya tanggal (20/05/2020) dengan ditemukannya bekas penebangan pohon di petak 49A, untuk saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk mencari pelakunya beserta barang buktinya,”kata Edy Sis.

Beliau juga membenarkan adanya surat pernyataan yang dibuat dalam penyelesaian permasalahan tersebut tetapi enggan menjelaskan secara terperinci isinya.

(330)