KNPI Garut : Pemerintah Harus Libatkan Instrumen Mitra

Pewarta : Fitri

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Setelah tidak diperpanjangnya masa PSBB di Kabupaten Garut, tercatat data yang 85 kasus terkait penyebaran virus covid-19, angka yang mungkin bisa terus melonjak menuju Idul Fitri, di karenakan fakta lapangan menunjukan masayarakat Garut mulai memenuhi pusat pembelanjaan.

“Data terakhir yang dikeluarkan pemerintah menujukan jumlah 85 kasus di Kabupaten Garut, data ini bisa saja terus bertambah melihat fakta lapangan masyarakat yang malah memenuhi pusat pembelanjaan selepas berakhirnya PSBB,” ungkap Fathan, Wakil Ketua Bidang Hubungan Lembaga Negara DPD KNPI Garut.

Sementara menurut Wakil Ketua Bidang di DPD KNPI beranggapan Bahwa dengan banyaknya sumberdaya di tubuh DPD KNPI Kabupaten Garut, dimana diantaranya ada teman – teman organisasi kepemudaan yang bernaung, lalu ada juga kepanjangan DPD KNPI di tingkatan kecamatan bahkan didalam aturan KNPI jika dirasa perlu, bisa menambah struktur di tubuh kepengurusannya, oleh karena itu setiap DPK KNPI di setiap kecamatan boleh membentuk koordinator setiap desa, maka dari itu tentu KNPI Kabupaten Garut merupakan potensi yang tidak boleh diabaikan dalam membantu pemerintah menangani covid – 19 ini,

“kita kan punya tenaga, punya jaringan, punya semangat, dengan segala keterbatasan kita bisa berikan apa yang kita bisa untuk membantu pemerintah, mengingat dampak covid – 19 ini kan terasa oleh seluruh kalangan masyarakat, maka gotong royong merupakan solusi kongkrit yang hrus dilakukan oleh semua pihak” tutur Ryan yang merupakan salah satu Wk.Ketua DPD KNPI Kab.Garut.

Selanjutnya menurut Ryan, harapannya kedepan Pemerintah mulai menggunakan berbagai instrument mitra pemerintah seperti Kadin, KNPI, MUI, KONI dan Organda untuk membantu pemerintah mendapatkan masukan – masukan konstruktif bagi permasalahan yang ada di Kabupaten Garut khususnya dan pembangunan daerah pada umumnya.

(39)