Kasus Pemerasan Terhadap Penerima BST Kabupaten Dairi Istri Kades Jadi Tersangka Ke Dua

Pewarta Amsar Marbun

Koran SINAR PAGI, Sidikalang,- Kasus pemerasan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diduga dilakukan oleh aparat Desa Bulu Duri yang saat ini pemeriksaan nya sedang berlangsung oleh Reskrim Polres Dairi.

Demikian Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang melalui kasubag humas IPTU Pol Donny Saleh kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (19/05/20).

Hasil pemeriksaan dan keterangan dari saksi dan bukti bukti tersangka dari satu menjadi dua ditetapkan yakni istri Kepala Desa Buluduri inisial MS, sebagai tersangka baru dugaan pemerasan terhadap penerima manfaat bantuan sosial tunai (BST) Kementerian Sosial, sebut Donny.

Penyidik menetapkan MS, sebagai tersangka dengan sangkaan turut serta melakukan atau menyuruh melakukan dan atau sengaja memberi bantuan untuk melakukan pemerasan.

MS diduga aktor utama dugaan pemerasan dengan ancaman. MS menyuruh EA untuk meminta uang bantuan dari Togu Sinaga sebesar Rp 600 ribu usai diambil dari Kantor Pos.

Menurutnya, tersangka belum dilakukan penahanan terhadap tersangka, MS akan dimintai keterangan. Tersangka disangkakan pasal 55 Ayat 1 Ke 1 dan pasal 56 Ke 1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun.

Pada kasus dugaan pemerasan yang diduga dilakukan aparat Desa, penyidik sudah menetapkan dua tersangka yaitu MS dan EA, sebut Donny Saleh.

Ditempat terpisah menurut sumber yang di himpun wartawan menyebutkan, dalam waktu dekat dari hasil pengembangan penyidikan, besar kemungkinan akan ada lagi tersangka baru, ujar Sumber itu.

Sementata Kasubag humas IPTU Pol Donny Saleh, mengatakan, bahwa pihak penyedik Sat Reskrim Polres Dairi masih melakukan pengembangan pemeriksaan saksi saksi kasus pemerasan Bantuan Sosial Tunai (BST), ujar Donny.

(162)