Kepala Daerah Harus Bertanggungjawab Penuh Jika PSBB Diterapkan

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : adi

Koran SINAR PAGI, Sumsel,- Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan segera diberlakukan di beberapa wilayah yang ada di Provinsi Sumatera Selatan akibat dampak covid-19.

Seperti halnya yang akan diterapkan di Kota Pramulih dan Kota Palembang mengingat kedua wilayah tersebut merupakan wilayah yang cukup tinggi terpapar covid-19 sehingga masuk zona merah.

Gubernur Sumsel, H. Herman Deru memprediksi pemberlakuan PSBB mulai berjalan pada H+2 lebaran, atau sekitar tanggal 26 Mei 2020.

PSBB itu disetujui berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/307/2020 dan PSBB Prabumulih Nomor HK.01.07/MENKES/306/2020 tentang Penetapan PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 yang ditandatangani langsung oleh Menkes Terawan Agus Putranto tertanggal 12 Mei 2020.

Dan penerapan PSBB dinilai merupakan salah satu cara efektif dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan harus segera mungkin dilaksanakan.

Namun jika hal tersebut benar_benar diterapkan seharusnya pemerintah yang merupakan Kepala Daerah, yakni Gubernur Sumsel maupun Bupati dan Walikota harus bertanggungjawab penuh akan perekonomian masyarakat selama diberlakukannya penerapan tersebut.

Karena dampak penerapan PSBB tentu otomatis akan mempengaruhi roda perekonomian masyarakat.

Hal itulah yang diungkapkan salah seorang aktivis aktip Sumsel, Alex Kazjuda, karena dampak pandemi covid-19 tidak mengenal status sosial dan umur.

Yang kaya, miskin, tua, muda, bahkan anak-anak semuanya berpotensi terpapar virus yang mengerihkan itu.

Sementara semua masyarakat perlu biaya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Tentu hal itu harus menjadi pemikiran para pemimpin agar masyarakat tetap aman, nyaman dan tidak panik terutama selama penerapan PSBB berlangsung dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Bagaimana caranya agar PSBB bisa berlangsung sukses dan lancar begitu juga ekonomi masyarakat tetap normal tanpa adanya tuaian keluhan maupun rintihan.

Hal inilah, lanjut Alex, ujian para pemimpin dalam menangani kasus covid-19 dengan baik dengan tetap memperhatikan dampak ekonominya bagi kelangsungan hidup masyarakat.

“Semoga covid-19 segera berakhir, mari kita bersama jaga kesehatan dan lawan covid-19, semangat”, ujar Alex mengakhiri.

Pos terkait

banner 468x60