Acara Bansos Jabar di Garut Dikritik Tidak Jaga Jarak

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Agus Lukman

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,– Acara pelepasan bansos provinsi di Kabupaten Garut, Selasa (12/5/2020), dikritik warga. Pasalnya, dalam acara yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Garut, Wakil Bupati Garut dan sejumlah pejabat itu tidak mengindahkan aturan jaga jarak (social distancing dan physical distancing).

Terlihat ketika foto bersama, para pejabat malah berdempetan dalam jarak cukup dekat. Tidak sejalan dengan aturan yang selama ini selalu umumkan pemerintah agar warga menjaga jarak.

Ade Meiji, Anggota Ormas Raksa Baraya menyayangkan para pejabat yang kurang menjaga jarak di acara tersebut. Pasalnya kata Ade, ini akan menambah sulit bagi warga untuk mematuhi anjuran pemerintah terkait jaga jarak fisik.

“Kalau pemerintah saja yang menyuruh jaga jarak tapi kurang memperhatikan aturan sendiri, bagaimana dengan masyarakat,” kata Ade.

Mustinya kata Ade, dalam kondisi apapun, pejabat publik itu harus konsisten mempertahankan aturan sendiri. Agar tingkah laku pejabat itu ditiru oleh masyarakat.

Hal senada juga disampaikan H Ujang Selamet, seorang jurnalis asal Garut. Menurutnya acara seremonial pelepasan bansos Jabar itu ditonton oleh banyak masyarakat. Apalagi dalam acara itu juga diliput oleh media.

“Ini sungguh disayangkan, karena masyarakat akan sulit mengikuti aturan apabila yang membuat aturan sendiri kurang mematuhi aturannya,” kata Ujang.

“Saya selaku jurnalis pun sulit memberitakan hal seperti ini. Takutnya malah jadi contoh tidak baik bagi masyarakat,” katanya.

Pos terkait

banner 468x60