Di Kersamanah, Bantuan BPNT Kembali Bermasalah, Diduga Terjadi Mark Up Harga

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Agus Lukman

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Penyaluran bantuan program sembako yang dulu program Bantuan Pangab Non Tunai (BPNT) di beberapa desa di Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut diduga pengadaan barangnya tidak mencapi Rp 200.000/ Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Adapun komoditi yang diterima KPM dianataranya beras seberat 10 Kg, telur ayam negeri 16 butir, daging ayam seberat 1 Kg, buah pir 2 buah dan sayuran wortel. Guna mengelabui KPM diduga penyalur dan TKSK melakukan mark up harga setiap item barang dengan dalih biaya transfor pengiriman.

Seperti yang terjadi di Kampung Reuma, Desa Mekarraya, Kecamatan Kersamanah, KPM menerima barang beras, telur, daging ayam, buah pir dan wortel.

Salah satu KPM, Siti Aminah, Warga Kampung Reuma, membenarkan telah menerima bantuan program BPNT yang disalurkan oleh agen melalui ketua kelompok.

“Barang yang saya terima, berupa beras, telur, daging ayam, buah pir dan wortel yang diterima melalui ketua kelompok,” ujar Siti, Senin (11/05/20) pada wartawan.

Dikatakan Siti, disaat pandemic corona bantuan ini sangat membantu meringankan beban.

“Kalau masalah barang totalnya 200 ribu, saya tidak tahu. Yang jelas menerima barang,” ucapnya.

Sementara Ketua Kelompok Sari Rahmini, mengatakan, jumlah penerima di Kampung Reuma sebanyak 20 KPM.

“Kalau harga ada tambahan buat transfort sehinga ada item harganya naik,” singkatnya.

Diketahui, harga komoditi ayam dan telur saat ini dipasar lagi turun drastis. Namun saat dilihat dari harga yang masuk ke KPM daging ayam harganya Rp 30000/Kg dan telur ayam Rp 30000 untuk 16 ribu.

Ironisnya lagi ada penerima bantuan yang sudah hampir 6 bulan kartunya tidak bisa digunakan. Bahkan TKSK Kecamatan Kersamanah tidak pernah membantu untuk perbaikan ke pihak Bank. Setiap bulan yang lain menerima bantuan, lansia ini hanya bisa gigit jari.

Pos terkait

banner 468x60