Disdik Sumedang Gunakan Ruang Kelas Di Delapan Gedung Sekolah Bagi Isolasi Pemudik

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Hasil rapat Forkopimda Kabupaten Sumedang menetapak bahwa Gedung Sekolah bisa digunakan untuk ruang isolasi pemudik. Hal itu guna membantu kesiapan Gugus Tugas Penanganan dan Pencegaha Covid 19 Kabupaten Sumedang dalam upaya menangani dampak pandemi Corona.

“Hasil Rapat Forkopimda dengan Gugus Tugas PSBB Kabupaten Sumedang, kita sudah tentukan Sekolah-sekolah yg bertugas membatu dan memfasilitasi Posko Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 dalam rangka PSBB,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, melalui Kabid Sarana dan Prasarana Disdik Sumedang, Eka Ganjar, diruang kerjanya, Selasa (5/5/20).

Adapun Sekolah-sekolah tersebut, kata dia, adalah sekolah yang berdekatan dengan Check Point C atau Check Point Perbatasan. Ke 8 sekolah tersebut yaitu, SMPN 1 Jatinangor, SMPN 1 Cimanggung, SMPN 1 Tomo, SMPN 2 Wado, SMPN 2 Cibugel, SMPN 2 Jatinunggal, SMPN 1 Surian dan SDN Cibuluh.

“Kita sudah menyiapkan dan mengosongkan 1 ruang kelas dan juga sudah berkoordinasi dengan Koordinator Posko Pemeriksaan (Cek Point) di masing-masing wilayah,” ujarnya.

Eka menambahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan tempat/ruang kelas sejak penerapan PSBB. Dalam hal ini Sekolah hanya menyiapkan ruangan, dan apabila sekolah memiliki kelengkapan sarana UKS, kursi atau meja, bisa disiapkan diruangan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi akan menerapkan PSBB jilid dua yang akan dilaksanakan mulai 6 sampai dengan 19 Mei 2020 mendatang.

Pada pernyataannya Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, pada penerapan PSBB tahap ke dua ini, akan berlaku di seluruh kecamatan. Selain itu, akan dilakukan pengetatan terutama untuk mencegah masuknya para pemudik.

“Kita upayakan tidak masuk, Kalaupun yang masuk, akan diisolasi selama 14 hari di Sekolah-sekolah yang dikoordinir oleh Dinas Pendidikan, yaitu sekolah yang berdekatan dengan Check Point Perbatasan atau check point C,” tegasnya.

Dony juga mengatakan, untuk meminimalisir para pemudik yang masuk. Pada penerapan PSBB ke dua ini, Pos Check Point C akan ditambahkan personil dan juga akan ditambah shiftnya. Bahkan para pejabat Eselon 2 disiapkan sebagai manager harian di Pos Check Point C.

“Jadi di PSBB ini kita harus betul-betul, membuat strategi agar para pemudik tidak masuk ke Sumedang. Dan kalaupun masuk karantina 14 hari itu wajib berjalan,” ucapnya.

Pos terkait

banner 468x60