Bupati Ciamis Akan Cabut Jabatan Camat Apabila Ada Masyarakatnya Yang Meninggal Kelaparan

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : A Y Saputra

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Ciamis,- Dalam rangka menyiapkan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pemerintah Kabupaten Ciamis menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan para Camat se-Kabupaten Ciamis dan Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Ciamis bertempati di Aula Adipati Kusumadiningrat Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis dan untuk SKPD lingkup Pemkab Ciamis dilakukan secara virtual melalui video conference (vicon), Senin (04/05/20).

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengatakan, sebelumnya 17 Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dengan Gubernur Jawa Barat telah melaksanakan vicon terkait pengajuan PSBB tingkat Provinsi.

Pengajuan tersebut kata dia, telah disetujui dan dikeluarkan keputusan dari Menteri Kesehatan yang menyatakan mulai 6 sampai 19 mei 2020 PSBB tingkat Provinsi Jawa Barat akan dilakukan bersamaan, Sesuai surat keputusan 01.07/menkes/289/2020.

“Harus ada persiapan-persiapan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan PSBB,” katanya.

Ia menerangkan terkait aturan PSBB yang akan tuangkan dalam Peraturan Bupati agar kebijakan pelaksanaan PSBB soal pembatasan-pembatasan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut sama sampai tingkat bawah.

“Kita akan konsentrasi terhadap pengawasan dan pemantauan pemudik, di Ciamis satu bulan kebelakang sudah dilakukan pembatasan kegiatan pembelajaran, pembatasan aktifitas ibadah, dan pembatasan aktifitas kerumunan yang sebelumnya sudah dilakukan secara rutin agar ditingkatkan,” terangnya.

Menurutnya, dilaksanakannya PSBB secara serentak se-Jawa Barat, karena pandemi Covid-19 tidak boleh dianggap enteng, dan PSBB ini sebagai salah satu cara memutus mata rantai Covid-19.

“Jaga pola hidup sehat dan bersih selalu patuhi Protokol kesehatan serta terapkan physical distancing terkait pencegahan Covid-19, kalau kita bersungguh-sungguh dalam penanganan Covid-19 akan segera selesei,” ujarnya.

Herdiat menghimbau kepada Camat dan kepala desa agar betul-betul mengawasi dan mengendalikan para pemudik yang pulang dari kota ke desa.

“Masih banyak masyarakat Ciamis yang bekerja merantau, kita harus membendung dengan menghimbau secara bersama-sama kepada para pemudik agar menunda dulu untuk pulang ke kampung halaman,” imbuh Herdiat.

Lanjut Herdiat Camat dan kepala desa untuk tetap membantu tim gugus tugas kabupaten terutama di daerah perbatasan.

Terkhusus untuk kecamatan dan desa yang penduduknya padat, seperti Ciamis, Banjarasari, Pamarican, Rancah, Cipaku, Panawangan dan Panumbangan harus menjadi pegawasan betul-betul.

Bupati Herdiat memperingatkan kepada Camat, “kalau ada warganya yang meninggal karena kelaparan, Camat tersebut akan dicabut jabatannya,” tegasnya.

Pos terkait

banner 468x60