PSBB, Wabup Sumedang Erwan : Pemudik Bakal Diisolasi Di Wilayah Unpad

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang – Jelang pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kabupaten Sumedang yang akan dimulai pada hari Rabu (22/4/20) pukul 00.00 WIB selama 14 hari ke depan, Wabup Erwan Setiawan kunjungi Check Ponit yang berlokasi di titik perbatasan Jatinangor- Kab. Bandung, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (21/4/20).

Dikatakan Wabup, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bersama unsur Forkopimda disebar ke beberapa titik untuk memantau persiapan pelaksanaan PSBB.

“Kita langsung berlakukan. Periksa setiap pintu masuk Kabupaten Sumedang dan saat ini persiapan sudah sangat baik,”

Wabup menginstrusikan agar membuat tenda istirahat apabila ada petugas yang kelelahan. Juga apabila ada yang diperiksa positif maka perlu segera penanganan dan mobil ambulans standby 24 jam di Posko.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama TNI, Polri dan semua unsur yang terlibat dalam rangka persiapan PSBB di Kabupaten Sumedang ini,”

Ia menerangkan, tiap Posko di bagi dua shift dimana per shiftnya terdiri atas 10 orang yakni dari TNI, Polri, Dishub, Satpol PP dan Petugas Medis.

Wabup juga mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan pemerintah pusat yang telah melarang kepada para pemudik yang akan kembali ke kampung halamannya.

Oleh karena itu, bagi para pemudik maksa yang tetap ingin pulang, telah disiapkan isolasi di Fakultas Pertanian Unpad di Jatinangor.

“Ini demi kesehatan dirinya sendiri dan kelurganya yang ada dirumah. Kita observasi apakah dia terpapar atau tidak. Kalau selama 14 hari sehat atau tidak menunjukkan gejala, rapid testnya negatif kita perbolehkan untuk bertemu keluarganya,”

Wabup juga mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang untuk mentaati segala ketentuan PSBB di Kabupaten Sumedang.

“Jangan sampai dilanggar, agar lebih cepat lagi kita menangani Virus Covid 19 ini. Kalau diperpanjang, yang akan rugi kita juga. Lebih baik sekarang kita tegas, perketat daripada longgar agar tidak panjang lagi penanganannya. Tolong diikuti, dipatuhi”, ujar nya.

Pos terkait

banner 468x60