“Microgreen” Sayuran Mini Yang Sehat Dan Bergizi

  • Whatsapp
banner 468x60

Penulis : Sugama

Microgreen, Bagi sebagian besar telinga orang Indonesia mungkin istilah microgreen masih terasa asing dan aneh. Belakangan ini nama mirogreen semakin dikenal oleh masyarakat perkotaan, terutama bagi mereka yang mendambakan fine food atau makanan sehat dan higienis.

Microgreen adalah bermacam-macam sayuran yang berukuran mungil, dengan ukuran sekitar 5 – 7,5 cm, yang dipanen pada saat masih muda, tepatnya setelah daun koteledon berkembang dan terdapat satu set daun asli. Usia microgreen biasanya berkisar antara 14 sampai dengan 21 hari setelah bijinya disemai.

Berbeda dengan Kecambah atau taoge yang merupakan tumbuhan (sporofit) muda yang baru saja berkembang dari tahap embrionik di dalam biji. Kecambah tidak ditanam, proses pembuatannya dari biji kacang-kacangan yang dikecambahkan dalam karung goni basah atau di tempatkan di ruangan yang gelap dan lembab agar dapat berkecambah. Kecambah biasanya dikonsumsi seluruh bagian tanaman (akar, biji, dan tunas).

Sedangkan proses produksi microgreen dengan cara menanam biji sayuran atau tanaman lain yang bersifat edible dan ditumbuhkan dalam media tertentu. Microgreen memiliki rasa yang lebih kuat dibandingkan dengan kecambah, dan tersedia dalam berbagai pilihan bentuk daun, tekstur dan warna.

Microgreens memiliki tiga bagian dasar: batang pusat, daun kotiledon atau daun, dan biasanya pasangan pertama daun yang masih sangat muda.

Microgreens sendiri sebenarnya adalah tanaman muda dari aneka tanaman sayur-sayuran. Semua jenis bibit sayur seperti sawi-sawian, bayam, kangkung, bit, parsley, peterseli, seledri, lobak, daun ketumbar, kemangi dan lain lainnya. Serta jenis bunga-bungaan atau tanaman lain yang dapat diamakan (edible), seperti bunga matahari.

Tidak semua tanaman dapat ditanam sebagai microgreens karena masalah toksisitas. Sebagai contoh tanaman nightshade (keluarga solanaceae, seperti terong, tomat, kentang, dll) tidak boleh ditanam sebagai microgreen kecambah, karena kecambah nightshade beracun.

Sayuran berukuran mini ini asalnya berkembang di kalangan orang-orang yang fokus terhadap sayuran sehat yang bernutrisi tinggi. Belakangan sayuran tersebut digunakan para chef sebagai komponen visual dan rasa, terutama di restoran mewah. Koki menggunakan microgreens berwarna-warni untuk meningkatkan daya tarik dan rasa hidangan mereka dengan tekstur halus yang berbeda dan rasa yang unik, seperti manis dan pedas.

Masyarakat maju yang kebanyakan dari kalangan berpendidikan tinggi memilih microgreen karena sehat dan higienis. Microgreen biasanya tidak ditanam dikebun sayuran, dengan media tanah. Sayuran mini ini bisanya ditumbuhkan dalam wadah-wadah tertentu seperti nampan, dengan media tanam yang telah disterilkan. Tidak banyak perlakuan pemupukan kimia dan pestisida yang diberikan selama pertumbuhannya, semuanya serba alami.

Sedangkan untuk budidaya sayuran biasa, dewasa ini memerlukan penggunan pupuk yang intensif, mulai dari pupuk dasar, pupuk kimia/pabrikan, serta pupuk cair. Selian itu juga untuk melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit memerlukan pestisida atau obat obatan yang banyak, mulai dari perlindungan untuk benih, waktu tanam, melindungi pertumbuhan tanaman, pembungaan, dan perlindungan buah atau lainnya.

Selain higienis, secara umum microgreen juga mengandung tingkat vitamin dan karotenoid yang jauh lebih tinggi, sekitar empat atau lima kali lebih besar, ​​daripada sayuran yang biasa dikonsumsi. Banyak kandungan vitamin seperti vitamin C, vitamin E, betakaroten, karotenoid (prekursor vitamin A) yang terkandung dalam sayuran muda ini yang disinyalir lebih tinggi bila dibandingkan sayuran yang umurnya lebih tua.

Budidaya microgreen tidak memerlukan lahan kebun yang luas dan terbuka, bisa dilakukan diruangan tertentu yang ada dirumah, yang cukup sinarmataharinya, atau bisa juga dilakukan di teras. Microgreen tidak memerlukan banyak sinar matahari, budidayanya dapat dilakukan dalam wadah wadah seperti nampan yang disusun pada rak-rak bertingkat. Sehingga penggunaan lahan dan ruang untuk usaha budidaya menjadi lebih efektif.

Setiap orang yang tinggal di perkotaan dapat melakukan budidaya microgreen ini, karena lebih mudah dari melakukan usaha pertanian sayuran pada umumnya. Dilain fihak juga umur microgreen relatif singkat yaitu sekitar dua sampai tiga minggu.
Dengan banyaknya manfaat dan keuntungan yang dipdierloleh dari Budidaya sayuran mungil ini, maka untuk masyarakat perkotaan disarankan untuk melakukan usaha budidaya microgreen ini, baik untuk keperluan sendiri maupaun untuk dikomersilkan menjadi ladang usaha bisnis yang menjanjikan.

Pos terkait

banner 468x60