Suara DPMD Jabar, Legislator, Kades & RW Perihal Bantuan Provinsi

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat berupaya menguatkan desa yang terkena dampak virus Corona. Dengan mestabilkan perekonomian di desanya. Melalui ketahanan pangan hingga padat karya, gotong-royong dengan mematuhi aturan dari protokol pencegahan corona.

Kepala DPMD Jabar, Dedi Supandi M. Si, saat dihubungi melalui video callnya menyampaikan DPMD Jabar mengoptimalan perangkat desa dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tanggap COVID-19 dapat mengakselerasi pencegahan penyebaran COVID-19 di desa. Selain itu juga bantuan infakstruktur dari pemerintah provinsi untuk desa tetap berjalan seperti biasa, jelasnya (16-4-2020)

“Terus perihal kegiatan rutin tahunan seperti lomba desa hingga bulan bakti gotong royong dan kegiatan lainnya kita hentikan dulu. Hal ini untuk mencegah terjadinya perkumpulan banyak orang”

Dedi menilai dengan penyebaran Virus Corona ini tentunya akan terjadi perlambatan terhadap kondisi ekonomi. Untuk menangani hal itu, ada beberapa kegiatan yang akan dimajukan agar tidak menunggu di akhir tahun.

Termasuk bantuan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). “Nah ini nanti Kita juga di bulan ini segera menurunkan bantuan permodalan untuk Badan usaha milik desa. Dalam rangka juga mendukung eknomi agar tidak terpengaruh dari isu isu tadi. Program padat karya harian dari dana desa juga tetap berjalan, karena ini dapat menguatkan ekonomi di desa” ungkapnya

Kepala Desa Margahayu Tengah, Kabupaten Bandung, Drs Asep Zaenal menyampaikan kalau untuk bantuan provinsi melaui DPMD Jabar, pemerintah desa sudah mengajukan melalui DPMD Kabupaten. Dari profosal bantuannya, ada untuk posyandu hingga tunjuangan kinerja aparat desa. Pada isi profosal tersebut juga pemerintah desa mengajukan untuk bantuan pangan dari alokasi infrakstruktur jadi kurang lebih dari total 100 juta, Rp.30 juta untuk ketahanan pangan dan Rp.70 juta untuk infakstruktur. Keputusan itu berasal dari arahan dinas.

Dan untuk bantuan terdampak corona yang sering disosialisasikan melalui media, belum ada kejelasan sampai saat ini. Jadi banyak masyarakat melalui RT/RWnya suka bertanya ke kantor desa. Padahal juknisnya suka telat datangnya, disisi lain lebih awal masyarakat tau dari media.

Informasi lain dihimpun dari Asep Endang Sarip kepala desa Nangewer Purwakarta saat dihubungi biro daerah koransinarpagijuara.com mengungkapkan bantuan provinsi sudah cair di wilayah kecamatan Darangdan. Ini foto realisasi bantuan lokasinya dihalaman desa. Hari ini saya ada rapat dengan masyarakat. Lain waktu kita ketemu ya, semoga ada waktunya, ucapnya.

Legislator DPRD Jabar, H. M. Dadang Supriatna, S.IP., M.Si saat dimintai tanggapan tentang penangan virus corona menjelaskan “ saat ini saya dan relawan yang terhubung ke desa atau keluarahan sudah membantu masyarakat. Kalau informasi sementara masyarakat lebih membutuhkan bantuan pangan untuk persiapan menjelang ramadhan. Kalau untuk bantuan provinsi Rp.500.000/kepala keluarga setiap bulan yang disosialisasikan melalui media belum ada realisasi. Maka hari ini kita tindak lanjuti di rapat pimpinan”

Pada kesempatan terpisah Oman Ketua RW Payadap Selokan Jeruk Kabupaten Bandung, menyampaikan “kalau pendataan penerima bantuan sudah laporannya melalui kepala seksi di Kecamatan. Tapi kadang data yang kita sampaikan hasilnya tidak sesuai. Sering yang munculnya data penerima pada masa presiden yang dulu. Jadi suka bingung bagaimana membagikannya. Karena yang harusnya dapat justru tidak dapat dan sebaliknya. Terus ini bantuan penghasilan untuk RW juga belum cair. Coba telusuri?…”

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyebutkan akan mulai membagikan bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 mulai Rabu-Kamis, 15-16 April 2020. Bantuan yang dijanjikan dibagikan pada tanggal tersebut adalah bantuan yang dialokasikan dari APBD Pemprov Jabar.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Daud Achmad mengatakan, bantuan dari Pemprov Jabar hanyalah salah satu dari 7 pintu bantuan yang akan diperoleh oleh warga Jabar terdampak Covid-19 sesuai kriteria masing-masing. Saat ini, pihaknya akan berfokus pada penerima bantuan di daerah yang menerapkan PSBB terlebih dahulu.

“Tanggal 15-16 sudah harus mulai (didistribusikan). Fokus kita di daerah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) yang memberlakukan PSBB mulai tanggal 15 April,” ungkapnya di Bandung, Senin lalu (13/4/2020).

Bantuan dari Pemprov Jabar tersebut besarannya total mencapai Rp500.000 yang akan diberikan selama maksimal 4 bulan. Rinciannya adalah Rp150.000 uang tunai dan Rp350.000 berupa sembako.

“Kita kerjasama dengan Bulog, bantuan nanti dikirim sampai ke kecamatan. Dari sana kemudian kerjasama dengan PT Pos, uang juga dititipkan di PT Pos. Dari titik pengumpulan itu akan diantar ke rumah penerima bekerjasama dengan para ojek online”

Pos terkait

banner 468x60