Perkembangan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Ciamis

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : A Y Saputra

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Ciamis,- Press Comference yang di gelar (14/04/20) bertempat di Sekretariat PIK Covid-19 dengan Narasumber dr Bayu Yudiawan dalam pernyataanya mengatakan, “Berdasarkan perhitung informasi ada 2 orang, untuk orang Confirm Positif 01 masih dirawat di RS, berkaitan dengan penyakit komorbidnya, kepada yang bersangkutan tetap dilakukan isolasi di RS.

Selanjutnya, untuk Pasien Confirm 02 dalam keadaan baik dan termasuk awalnya OTG dan setelah dilakukan SWAB yang kedua masih Positif, saat ini masih melanjutkan isolasi madiri di rumah karena tidak ada indikasi perawatan.

“Untuk kasus 02 keluarga cukup mengerti dan paham, Kami dari satgas COVID melakukan lawatan ke rumah yang bersangkutan dan melakukan evaluasi dan aktifitas disiplin hanya di kamar dan ke wc, logistik tidak ada dikhawatikan,” katanya.

Diakatakan, masyarakat sekitar kondusif dan sudah tumbuh empati, sehingga ada aktifitas bahu – membahu gotong-royong untuk penata pelaksanaan kasus.

“PDP 16 orang tidak ada penambahan, 11 orang selesei melakukan pengawasan 3 orang diantaranya meninggal Inisial M(laki laki) Inisial S( Perempuan) Inisial A( laki-laki) ketiganya menigggal karena penyakit penyerta, untuk 5 orang sedang dalam pengawasan RS dan setelah dikonfirmasi sore kemarin keadaan membaik yang terdiri dari RS banjar dan Ciamis,” terangnya.

Untuk penata pelaksanaan pemeriksaan Laboratium tambahnya, telah dilaksanaan PCR dengan mengambil ampel SWAB sudah dilaksanaan sebanyak 23 pemeriksaan dengan hasil Positif 2, 16 negatif dan 5 masih proses. Pemulangan pemantauan kasus dari yang Confirm untuk menentukan yang bersangkutan sudah sembuh atau belum.

“RDT sudah digunakan untuk pemeriksaan sebanyak 528, Pemeriksaan pertama menunjukan hasil positif sebanyak 13 orang. total pemeriksaan RDT, sisanya 515 memberikan hasil negatif dan masih akan dilakukan tes kedua kalinya,” imbuhnya.

Kemudian Pemantauan arus migrasi dari akhir maret 25-27 merupakan puncak arus gelombang mudiknya, untuk 30-31 Maret s/d 1-2 April ada penurunan.

Menurutnya, dengan diberlakukannya PSBB berpengaruh juga akan penambahan MDP, dikarenakan berhentinya aktifitas pabrik dan kantor yang membuat beberapa warga pulang ke Ciamis.

“Total migrasi tercatat 26.642 diantaranya telah selesai menerapkan protokol isolasi mandiri dan dnyatakan selesai pemantauan sebanyak 16518, tercatat ada beberpa kasus yang selesai menyelesaikan isolasi mandiri dirumah ada beberapa yang akan berangkat lagi ke kota,” ungkapnya.

Tim Gugus Tugas juga akan memperketat perbatasan juga akan mempertanyakan terkait urgensi dari kepentingan mereka untuk pulang-pergi ke daerah perkotaan terutama zona merah.

Untuk tenaga medis sudah dilaksanakan pemeriksaan RDT terutama bagi tim medis yang Hands on, yang langsung kontak baik itu ODP.PDP dan positif

“Ciamis dari tingkat Puskemas telah dilaksanakan RDT yang hands on. RS Swasta dan RSUD juga dilaksanakan RDT, setelah melakukan Screening dari RS swasta dan pemerintah hasilnya negatif. Untuk infeksi nosokomial tidak ada /tidak terjadi penularan dari pasien kepasien atau tim medis ke pasien,” kata Bayu lagi.

Untuk tim medis diharapkan terus melakukan protokol pencegahan Infeksi, walau ada tenaga medis yang menunjukan positif Rapid, ditengarai beliau ijin untuk merawat keluarga di Bandung padanya diberlakukan isolasi mandiri dan nantinya akan dilakukan tes ke 2 dan PCR.

Selanjutnya, untuk persipan penanggulngan covid-19 sudah diseminasikan sampai tingkat Desa RT RW seiring dengan keluarnya edaran Kemendes diiringi dengan Protokol Desa tanggap COvid-19 didalamnya ada juknis Relawan Desa. Relawan ikut aktif untuk menjaga warganya membantu isolasi mandiri dirumah untuk mencukupi kebutuhannya yang isolasi mandiri, juga menjaga dari stigmatisasi dari masyarakat, Protokol kesehatan diterapkan ditatanan rumah tangga termasuk disinfektan.

Warga diharapkan melakukan proses disinfektan yang lebih efisien terhadap benda benda yang sering dipegang seperti pegangan pintu lantai dll, untuk dilakukan sruti minimal 2 kali sehari.

Pemeriksaan dari pasien PDP juga termasuk dari klaster berjalan dengan baik. kita fokuskan kepada orang-orang yang melakukan migras dengan melakukan screening tingkat puskesmas kepada mereka yang indikatornya kuat kepada COVID-19

Physical Disancing Proses migrasi harus ditekan dengan baik, karena tatkla hadir dan perginya penduduk akan menjadi pengulangan kembali proses Pemantaunnya.

Untuk sektor kerja informal agak susah dibatasi, karena kebutuhan kerja dengan pendapatan harian menjadi permasalahan yang harus diselesaikan.

Sedangkan untuk RDT bantuan dari Pemprov berjumlah 2080 dan sudah sudah disebarkan 1780 diantaranya ke Puskemas, survailans, RS Swasta dan Pemerintah serta penggunan Tracing.

Pos terkait

banner 468x60