Anggota Dewan Pendidikan Jabar Arahkan Strategi Pembelajaran Alternatif Saat Covid 19

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Anggota Dewan Pendidikan Jawa Barat (DPJB), Idris Apandi mengajak para guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran alternatif untuk menyikapi dan menyiasati kegiatan belajar di rumah yang saat ini dilaksanakan pemerintah sebagai dampak dari wabah Covid-19. Sebagaimana diketahui bahwa pembelajaran daring yang saat ini dijadikan sebagai alternatif pembelajaran di rumah pada dasarnya bertujuan baik, yaitu agar siswa tetap dapat belajar dan berkomunikasi dengan gurunya, tetapi hal tersebut dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti terbatasnya sarana prasarana, karena tidak semua orang tua siswa atau siswa memiliki laptop atau smartphone. Kendala sinyal internet, khususnya di daerah yang akses internetnya kurang baik, dan beban kuota internet yang memberatkan orang tua siswa. Jelasnya secara tertulis kepada koransinarpagijuara.com kemarin

Hal tersebut tentunya perlu disikapi secara bijak dan cerdas oleh guru, jangan sampai justru tugas-tugas yang diberikan oleh guru memberatkan siswa dan para orang tuanya yang ditugaskan membimbing anak-anaknya. Strategi pembelajaran alternatif yang bisa digunakan seperti penugasan membaca materi, merangkum materi, membuat benda-benda dari barang-barang bekas, dan membuat karya-karya kreatif yang dikaitkan dengan kampanye pencegahan wabah Corona (Covid-19) seperti puisi, pantun, monolog, naskah drama singkat, lagu, poster, video, dan sebagainya, sehingga siswa tidak harus belajar daring setiap hari.

Bagi siswa yang memiliki smartphone, mereka bisa mengumpulkannya secara daring, dan bagi siswa yang tidak memiliki smartphone memiliki smartphone tidak memiliki kuota internet, maka pengumpulan tugasnya bisa ditangguhkan atau dikumpulkan pada saat masuk sekolah. Intinya, para siswa tetap bisa mengerjakan tugas-tugas itu dengan enjoy.

Untuk membantu para guru dalam masa pembelajaran dari rumah, Idris Apandi yang juga penulis buku Strategi Pembelajaran Aktif Abad 21 dan HOTS ini membuat contoh RPP, contoh pengembangan pembelajaran, dan contoh-contoh soal Lower Order Thinking Skills (LOTS) dan Higher Order Thinking Skils (HOTS) yang dikaitkan dengan Covid-19 dalam bentuk Pilihan Ganda (PG) dan essai. Dan contoh-contoh soal tersebut dipilih oleh guru dan disesuaikan dengan jenjang dan tingkat perkembangan berpikir siswa.

*Kecakapan Hidup dan Pendidikan Karakter*
Idris menyampaikan bahwa pembelajaran yang dilakukan dari rumah bukan hanya terkait dengan materi-materi pelajaran yang ada pada buku, tetapi juga tugas-tugas yang bertujuan untuk membangun kecakapan hidup (life skill) seperti membantu orang tua membersihkan rumah, merapikan tempat tidur, belajar memasak, menjahit, berkebun, menyiram tanaman, dan sebagainya.

Aktivitas beribadah di rumah, mengerjakan pekerjaan rumah, berolah raga di rumah, dan makan bersama dapat menjadi sarana penguatan pendidikan karakter seperti nilai religus, mandiri, goyong royong, integritas, dan nilai-nilai lainnya. Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang dilakukan oleh siswa diharapkan dapat menjadi pembelajaran yang bermakna bagi siswa sebagai bekal bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari. Guru bisa meminta siswa dengan didampingi orang tuanya membuat jurnal harian dengan format yang sederhana sebagai sarana untuk mencatat kegiatan siswa selama belajar dari rumah.

Idris juga mengajak para orang tua untuk bersama-sama membimbing anak-anaknya dan berkomunikasi dengan guru jika ada hal-hal yang berlu ditanyakan atau dikonsultasikan terkait tugas yang harus dikerjakan oleh anaknya, sehingga terjadi sinergi antara guru dan orang tua dalam mendidik anak, pungkasnya.***

Pos terkait

banner 468x60