Tanggulangi Dampak Covid 19 Bagi Masyarakat, Fraksi Gerindra Canangan Penguatan Ketahanan Pangan

Pewarta : Avenk

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Wabah virus corona yang hingga kini masih terus berlangsung, berdampak serius terhadap perekonomian masyarakat, terutama kalangan masyarakat kecil seperti petani, pedagang, nelayan dan pekerja serabutan yang menggantungkan kelangsungan hidupnya pada penghasilan harian.

Kondisi ini menjadi sebuah dorongan kuat bagi Fraksi Partai Gerindra Kab.Sukabumi melalui partainya untuk mencari solusi dari permasalahan ini.

“Kami di Fraksi Partai Gerindra DPRD Kab.Sukabumi akan mencoba mencari solusi agar masyarakat bisa tetap berpenghasilan ditengah situasi sulit saat ini, dengan memperkuat ketahanan pangan, melalui pemanfaatan lahan – lahan yang ada,” ucap Ketua Fraksi Partai Gerindra, DPRD Kab.Sukabumi, Usep Wawan melalui hubungan telepon selular, Sabtu (12/04/20).

Menurut Usep, masyarakat bisa memanfaatkan lahan kosong di halaman rumahnya dengan menanami tanaman produktif yang bisa menggantikan kebutuhan makanan pokok dan bisa dipetik hasilnya dalam waktu yang tidak terlalu lama, seperti komoditi Jagung, Singkong, Umbi – umbian dan sebagainya.

“Nantinya diharapkan masyarakat tidak menjual hasil tanamannya tersebut tapi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan keluarganya,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, selain melalui pembelian dan bantuan pangan dari pemerintah, kemampuan semua rumah tangga dan individu dengan sumber daya yang dimilikinya benar – benar bisa digunakan untuk memperoleh pangan yang cukup dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga dari produksi pangannya sendiri.

Anggota Komisi I DPRD Kab.Sukabumi dari Fraksi Gerindra ini menyebutkan, dalam pelaksanaannya nanti, Partai Gerindra akan mengoptimalkan kader – kader partainya di GMD (Gerindra Masa Depan) yang sudah terbentuk di tingkat desa se Kab.Sukabumi untuk mengedukasi sekaligus mendorong masyarakat dalam mensukseskan program penguatan ketahanan pangan ini.

“Ketahanan pangan terdiri dari tiga sub sistem utama yaitu ketersediaan, akses, dan penyerapan pangan dan ini harus dipenuhi secara utuh,” tandasnya.

(42)