Bupati Tapanuli Tengah Akan Bagikann 50 Ribu Masker Dan Sembako Untuk 30 Ribu KK

  • Whatsapp
banner 468x60

Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Asal Kabupaten Tapanuli Tengah Telah Meninggal Dunia Di RSU Pirngadi Medan

Pewarta : Amsar Marbun

Koran SINAR PAGI, Pandan,- Kabar terbaru tentang seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Tapanuli Tengah meninggal dunia pada Rabu (08/04/20) pukul 02.00 WIB dini hari.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) Di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dalam Konferensi Pers yang digelar di Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Rabu (08/04/2020).

Bakhtiar Ahmad Sibarani didampingi oleh Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul, Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Sukamat, Dandim 0211/TT Letkol Inf Dadang Alex, Pimpinan DPRD Tapteng, Sekretaris Daerah Tapteng Drs. Hendri Susanto Lumbantobing dan beberapa Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya salah satu masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah di Rumah Sakit Pirngadi Medan, tepat pukul 02.00 WIB dini hari.

“Saudari kita yang meninggal itu dalam status PDP berinisial Y (23), ini musibah kita bersama dan mari kita berdoa semoga amal ibadahnya diterima oleh Tuhan yang Maha kuasa,” katanya.

Selanjutnya, Bakhtiar mengharapkan ini kasus jadi yang pertama dan terakhir kalinya di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Bakhtiar Ahmad Sibarani juga menghimbau kesadaran bersama agar tidak berkumpul di luar rumah atau mengadakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang.

“Saya minta agar warga keluar rumah seperlunya saja, tidak melakukan acara hajatan, dan lain sebagainya yang dapat mengumpulkan banyak orang,” ujarnya.

Bupati menegaskan, jika masih ditemukan ada warga yang mengadakan keramaian atau berkumpul-kumpul maka akan dibubarkan.

Meneruskan informasi dari Direktur RSUD Pandan dr. Rikky Nelson Harahap, M.Kes, Bupati Tapanuli Tengah menjelaskan kondisi terkait satu warga Tapteng yang meninggal dunia dengan status PDP.

“Pasien yang berinisial Y ini baru pulang dari Malaysia kurang dari 14 hari yang lalu dan sudah dipantau oleh pihak Puskesmas Sosorgadong, kemudian, pasien mengalami keluhan sesak nafas, lalu Puskesmas Siantar Ca di Kecamatan Sosorgadong merujuk ke RSUD Pandan,” paparnya.

Sesampainya di RSUD Pandan, lanjutnya, dilakukan pemeriksaan darah lengkap dan dilakukan pemeriksaan menggunakan Rapid Test dan hasilnya Non Reaktif (Negatif), “Setelah dilakukan pemeriksaan Rontgen kepada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) itu dan dirinya memiliki riwayat Penyakit TB Paru,” ungkapnya.

Dijelaskan, tentang pemakamannya sesuai dengan Instruksi Gubernur Sumatera Utara tentang Penanganan Pemakaman terhadap PDP COVID-19 ini dilaksanakan sesuai dengan Protokoler Penanganan COVID-19, pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19.

“Pemakaman dilaksanakan paling lambat 4 jam setelah yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia dan almarhumah akan dikebumikan di Kota Medan,” papar Bupati Tapanuli Tengah.

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani lebih lanjut menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diluruskan terkait tudingan mengenai RSUD Pandan melakukan rujukan tapi tidak menanganinya secara utuh, karena RSUD Pandan bukan termasuk Rumah Sakit Rujukan yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi dalam menangani Pasien COVID-19.

Bupati mengungkapkan apabila dari awal RSUD Pandan ditunjuk menjadi Rumah Sakit Rujukan maka akan siap dalam menanganinya.

“Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona didaerah ini, pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah akan terus melakukan razia keramaian hingga ke wilayah kecamatan di seluruh Tapteng,” tambahnya.

“Setelah berkoordinasi dengan Kapolres Tapanuli Tengah serta Dandim 0211/TT akan melakukan penyemprotan disinfektan ke lokasi rumah dan lingkungan sekitar rumah Almarhumah dan pasar, keluarga nya juga sudah diisolasikan di rumah dan di RSUD Pandan,” jelas Bupati Tapanuli Tengah.

Selain itu, Dia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah akan membagikan 50.000 masker kain dan sembako kepada sekitar 30.000 Kepala Keluarga (KK) yang tidak mendapatkan Program PKH, imbuh Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Acara Konfrensi Pers, dihadiri oleh Asisten Administrasi dan Umum, Herman Suwito, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Tapteng Nursyam, Direktur RSUD Pandan, dr.Rikky Nelson Harahap, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tapteng, Dedy Sudarman Pasaribu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Tapteng Darwin Pasaribu.

Pos terkait

banner 468x60