Pemdes Nangewer Ajukan 800 KK Untuk Penanggulangan Covid -19 ke PemProv Jabar

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Dede MR

Koran SINAR PAGI, Kab.Purwakarta,- Pemdes Nangewer Kecamatan Darangdan mengapresasi terkait akan dialokasikan bantuan anggaran Propinsi Jabar untuk penanggulangan Covid-19 tiap desa se-Kabupaten Purwakarta.

Dana Bantuan Sosial sebesar Rp.500 ribu itu nantinya akan didistribusikan berupa Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dengan target sasaran, diprioritaskan bagi warga masyarakat yang terdampak Covid-19, diantaranya Karyawan kena PHK/dirumahkan, Para Tukang Ojeg, Sopir Angkot dan Kuli Bangunan.

“Sembako itu dibagikan sebulan sekali selama 3 bulan kedepan,” kata Kades Nangewer, Asep Endang Sarip saat ditemui Awak Media Kamis (02/04/20).

Menurut Asep, teknis pembagian sembako itu nanti melalui Kecamatan dan didistribusikan ke tiap desa masing-masing. Setelah itu Pemdes membagikan ke warga penerima hak.

“Nah, untuk Desa Nangewer, awalnya memberikan data penerima bantuan itu sebanyak 1995 KK. Namun ada himbauan dari Pihak DPMD harus direvisi ulang dan akhirnya mengajukan sejumlah 800 KK dan perlu diketahui bagi PNS/ASN, Penerima Bantuan PKH dan BPNT dilarang menerima bantuan sosial propinsi tersebut,” terangnya.

Sementara itu, lanjut Asep, Pemdes Nangewer baru akan memberikan data Penerima Bantuan Sosial Ke Pihak DPMD Purwakarta melalui Pengurus Apdesi Kecamatan Darangdan esok hari “SSemoga, semua berjalan aman dan lancar serta kami berharap agar warga masyarakat bisa menerima hasil keputusan dari pemerintah,” tambahnya.

Dipastikan, dari pengajuan 800 KK, infonya bakal diverifikasi ulang oleh Pihak Pemprop Jabar, sehingga, jika warga awalnya sudah didata namun tidak masuk database sebagai penerima bantuan, maka warga harus legowo dan agar tidak menjadi kecemburuan sosial nantinya, ujarnya.

Kemudian, terkait Penanggulangan Penyebaran Covid-19, Pemdes Nangewer sudah melakukan Penyemprotan Disinfektan dan membuat 10 Posko dan 1 Pokja, sedangkan, saat ini mengenai data Orang Dalam Pengawasan (ODP) tertanggal 24 maret terdapat 5 orang, diantaranya 3 orang pulang dari luar negeri dan 2 orang lagi pulang mudik dari DKI Jakarta.

“Kelima orang itu asli Warga Nangewer dan kami sarankan sebelum berbaur dengan sanak keluarga maupun warga, mereka diarahkan untuk diperiksa kesehatannya di Pusksmas terdekat. Namun, hasil pemeriksaan secara medis dinyatakan tidak terdampak virus corona,” pungkasnya.

Pos terkait

banner 468x60