Kecelakaan Tol KAPB Akibat Pengemudi “Bandel”

Pewarta : adi

Koran SINAR PAGI, OKI,- Kecelakaan tunggal di ruas Tol Kayu Agung Palembang Betung (KAPB) yang menyebabkan korban meninggal dunia diduga akibat ulah pengemudi yang “bandel”.

Karena ruas tol tersebut sama sekali belum diresmikan dan difungsikan. Sehingga para pengemudi kendaraan dilarang memasuki maupun melintasi ruas tol.

Berbagai spanduk dan papan larangnya pun telah dipasang di areal tol agar kiranya bisa diindahkan dan dipatuhi.

Namun, ironis menurut keterangan Ka Pro KAPB seksi 1A PT.Waskita Karya (persero) tbk, Okta Mulya Taher, kepada media ini, Kamis (26/03) mengatakan, para pengemudi acap kali tidak mengindahkan larangan yang telah dipasang.

Dan tetap nekad masuk areal tol dengan menerobos bahkan terkadang merusak portal yang telah ditutup dan dirantai.

Hal itu, jelas Okta, biasanya dilakukan di malam hari dikala semua penjaga sudah habis jam lembur dan istirahat.

Makanya menyebabkan kecelakaan seperti yang terjadi pada Kamis subuh (26/03/20) dinihari.

Sebuah mobil jenis Jazz dari arah Lampung menuju Palembang menabrak beton penutup jalan yang menyebabkan korban mengalami luka-luka, meningal dunia dan kerugian materil.

Tiga diantaranya meninggal dunia, dan tiga orang lainnya selamat dan luka-luka saja.

Namun, sebagai bentuk tanggungjawab moral kepada korban, lanjut Okta, pihaknya tetap memberikan santunan atau Rumat kepada korban.

Dan saat ini semuanya sudah diserahkan ke pihak penyidikan Polres OKI untuk penanganan lebih lanjut.

Untuk itu, Okta menghimbau kepada seluruh masyarakat kiranya sama-sama menjaga keselamatan diri masing-masing.

Jangan sekali-sekali berani mencoba melanggar aturan memasuki kawasan tol yang belum diresmikan karena selain membahayakan diri sendiri juga membahayakan keselamatan orang lain.

“Patuhilah rambu-rambu dan aturan lalu lintas di jalan demi keselamatan dan kebaikan bersama. Jadilah pengguna jalan yang taat aturan, menyesal kemudian tiada berguna”, ujar Okta serius.

(6)