Program BSPS Kementrian PUPR Jangan Jadi Ajang Bisnis Spekulan

Pewarta : Heryawan Azizi

KORAN SINARPAGI, Karawang,-  Program pemerintah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang digulirkan untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dapat memiliki ataupun memperbaiki rumah yang dinilai tidak layak huni.

Konon Kabupaten Karawang merupakan Salah satu Kabupaten penerima bantuan tersebut, bahkan di Kecamatan Lemah Abang, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Lemah Abang telah tersedia sebidang tanah yang telah terbagi menjadi 183 Kavling, dan telah mulai dipasarkan.

Pemilik lahan tersebut, Ayu Apandi mengklaim bahwa lahan milik nya sebagai peruntukan program BSPS.

Seperti yang di ungkapkan Ayu, saat di hubungi Koran SP, Rabu  (24/03) melalui sambungan seluler nya.

“Lahan itu milik saya yang akan di peruntukam bagi masyarakat penerima bantuan BSPS, terbagi menjadi 183 Kapling dengan ukuran 85M2. Sebagian telah terjual” Ungkap Ayu.

Ayu juga mengatakan sudah ada kesepakatan dengan para pembeli tiap kapling nya dibandrol Rp 33 Juta sudah termasuk balik nama. Promosi jualan lahan hingga di posting di medsos (FB), melalui akun pribadinya.

“Saya sebagai pemilik sudah sepakat dengan masyarakat pembeli, ketetapan harga dan peruntukannya. Agar lebih jelas hubungi pak Yayang saja dari Klinik Rumah, saya tidak punya kapasitas untuk menerangkan” Ujarnya.

Selang beberapa saat, seseorang yang mengaku bernama Yayang dari Klinik Rumah Indonesia menghubungi Koran SP, via sambungan seluler.

Yayang tidak menampik bahwa lahan milik Ayu yang akan dipergunakan sebagai sarana program BSPS. Sementara untuk MBR sebagai penerima bantuan masih dalam proses pengajuan di Kementriam PUPR.

“Benar lahan milik ibu Ayu yang akan di jadikan sarana BSPS dengan rencana MBR sebagai penerima sejumlah 183. Kriteria masyarakat yang layak menerima, pendataanya kami serahkan ke Desa. Selanjutnya kami sampaikán permohonannya ke Kementrian PUPR setelah melalui Pemda, kami seolah dagang, agar lebih jelas kita ketemu saja” Papar Yayang.

Anehnya, calon penerima (MBR) masih dimohon, sementara lahan yang dijajakan Ayu, sudah hampir laku terjual dengan promosi akan dibangunkan rumah gratis oleh pemerintah? Sementara pembeli belum diketahui sebagai calon penerima bantuan yang berkatagori MBR?

Dinilai harus ada kejelasan dalam pendataan serta mekanisme program, harus mengacu kepada Peraturan Meteri PUPR No 07/PRM/PUPR/2018. Jangan sampai salah persepsi, jadi ajang bisnis pribadi yang mengatas namakan masyarakat.

(50)