Covid 19, Hingga Selasa 24 Maret 2020, Sumedang : Positif Satu Orang, PDP Satu Orang, ODP 1.828 Orang

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang – Menyikapi situasi dan kondisi terkait penyebaran COVID 19, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terus meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan berbagai upaya secara terstruktur, sistematis dan masif dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sumedang.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan statistik ( Kominfosanditik) Kabupaten Sumedang, Iwa Kuswaeri saat memberikan pernyataan dalam jumpa pers terkait upaya pencegahan penyebaran COVID 19, di Gedung Negara, Selasa (24/3/20).

Dikatakan Iwa, saat ini 1 orang warga Sumedang dinyatakan positif terpapar COVID 19 tanpa menunjukkan gejala dan saat ini orang yang bersangkutan tengah menjalani isolasi di RSUD Kabupaten Sumedang.

Adapun perkembangan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kata Iwa, saat ini berjumlah 1 orang, sedangkan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 1828. Jumlah tersebut digolongkan kedalam dua kriteria yakni ODP Berisiko sebanyak 1702 orang dan ODP Bergejala
sebanyak 126 orang.

“ODP Bergejala ada penambahan baru sebanyak 104 orang dan selesai pemantauan 4 orang, sehingga jumlah yang dipantau adalah 126 orang,”terangnya

Dijelaskan Iwa, lonjakan ODP berisiko ini terjadi karena teridentifikasi adanya warga di beberapa kecamatan (yang paling banyak Kec.Cisarua, Kec. Cibugel, Kec. Jatinunggal, Kec. Ujungjaya, Kec. Tomo, Kec. Paseh) yang bermata pencaharian di Jakarta (luar kota) pulang kampung.

“Saat ini warga masyarakat dimaksud dianjurkan agar melakukan pemantauan secara mandiri dan membatasi interaksi sosial untuk jangka waktu 14 hari ke depan. Apabila ada keluhan diantaranya demam, batuk, sakit tenggorokan agar berkunjung ke fasilitas kesehatan terdekat,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Iwa, sebagai salah satu upaya mengantisipasi dampak sosial ekonomi akibat dari Pandemi COVID-19 di Kabupaten Sumedang, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang saat ini mulai mendistribusikan Bantuan Benih Padi Inbrida dan Jagung Hibrida bagi para petani di wilayah Kabupaten Sumedang.

Bantuan Benih Padi Inbrida yang diberikan sebanyak 100 Ton untuk luas tanam 4.000 Hektare yang tersebar di 14 kecamatan, 146 desa, 237 kelompok tani dengan jumlah petani sebanyak 16.330 orang.

Sedangkan untuk bantuan Benih Jagung Hibrida sebanyak 69 Ton untuk luas tanam 4.600 Hektare yang tersebar di 19 kecamatan, 97 desa, 196 kelompok tani, dengan jumlah petani sebanyak 10.222 orang.

Khusus untuk pengembangan Jagung Hibrida pada musim tanam September-Oktober 2020, akan difasilitasi bantuan benih dari pemerintah sebanyak 111 Ton untuk luasan 7.400 Hektare.

“Kedua program unggulan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan para petani sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan daerah di Kabupaten Sumedang,”ujarnya.

Selain upaya tersebut, lanjut Iwa, dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 di wilayah Kabupaten Sumedang, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang juga menyiapkan berbagai skema terkait penanganan sekaligus dampak dari penyebaran COVID-19 yang terjadi pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Hal terbaru yang akan dilakukan adalah penyemprotan disinfektan di seluruh ibu kota di 26 kecamatan dengan menggunakan dua unit Water Cannon dari Polres Sumedang dan lima unit dari Pemadam Kebakaran”, tukas nya.

Iwa pun mengimbau kepada segenap warga masyarakat Kabupaten Sumedang, agar mentaati serta melaksanakan seluruh imbauan dan anjuran dari pemerintah diantaranya :

– Melakukan Social Distancing secara disiplin atau menjaga jarak interaksi sosial;

– Mendata dan melaporkan kepada kepala desa masing-masing setiap warga yang datang dari luar negeri, wilayah endemic atau yang masuk ke dalam zona merah (Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung) untuk dilakukan social distancing selama 14 hari; serta

– Melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat seperti makan sayur dan buah, mencuci tangan dengan air mengalir, menggunakan masker apabila terdapat gejala sakit serta perilaku positif lainnya.

(33)