Disinyalir Tabrak Aturan, Depot Isi Ulang Air “Firdaus” Gunakan Air PDAM

Pewarta : Asep Darojat/ Heryawan Azizi

KORAN SINAR PAGI, Garut,- Menjamurnya depot isi ulang air minum yang jadi kebutuham vital masyarakat jadi lahan bisnis menarik. Namun tentunya harus sesuai ketentuan dan standar kesehatan

Pantauan lapangan Koran SP diwilayah Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten garut terdapat sebuah depot isi ulang bernama Firdaus yang diduga menjual air isi ulang dari air PDAM tanpa aturan yang jelas.

Saat dikonfimasi melalui sambungan telepon, Pemilik Depot yang mengaku bernama Rizal mengakui bahwa usaha isi ulang air minum nya, berasal dari saluran air PDAM dan sudah berlangsung lama.

” Benar pak usaha depot saya mempergunakan air PDAM, sudah lama. Memangnya kenapa, banyak koq usaha depot yang pake air PDAM” Ucapnya ketus.

Disinggung perihal mekanisme pemakaian air PDAM apakah telah ada ijin dari PDAM dengan tarif komersil? Rizal mengatakan bahwa sejak lama dia usaha mempergunakan bayar tarif rumahan.

“Sejak pemasangan PDAM untuk kebutuhan rumah tangga, saya pasang saluran ke depot isi ulang air minum yang di jual belikan, dimana letak salah saya. Bapak datang saja kesini kalo Wartawan ujungnya duit” Ucap Rizal dengan nada sinis melecehkan profesi Wartawan.

Sebelumnya, Koran SP menemui Kepala Cabang PDAM Tarogong Kidul, Asep Saepudin dikantor nya, Jumat pagi (20/03), untuk melaporkan dugaan kecurangan tersebut.

Asep menegaskan bahwa “penggunaan air PDAM secara komersil terlebih untuk kebutuhan air minum, harus menempuh ketentuan dan sterlisasi yang di sahkan oleh Dinas terkait dengan ketentuan tarif yang berbeda dengan Rumah tangga. Jika tidak memenuhi unsur itu bisa di katagorikan pencurian, kami akan lakukan tindakan. Lebih khawatir ada oknum petugas PDAM yang turut terlibat” Tegas nya.

Pernyataan senada juga disampaikan ketua Umum LSM BNBR Zaenal Solihin, menurut Zaenal harus ada penertiban dengan sanksi yang dikenakan agar tertib dan jadi epek jera.

” Biasa nya kalau penggunaan depot isi ulang itu dari air yang bersumber dari pegunungan. Nah ini pake air PDAM, itu tidak steril, ini pelanggaran harus ada tindakan dengan sanksi tegas agar ada epek jera. Debit air PDAM di tarkid itu untuk rumah tangga saja terbatas. ini malah di komersilkan dengan tanpa mengindahkan dampak yang penting untung besar” Tegas Zaenal

(21)