Mewakili Bupati, AS II Mukhsin Abdullah Buka Pentas Seni Budaya Kecamatan Tanjung Raja

Pewarta : Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,- Pagelaran Seni Budaya Kecamatan Tanjung Raja dalam rangka mentransformasi berbagai nilai budaya bagi masyarakat Kabupaten Ogan Ilir, terutama bagi anak – anak muda, secara resmi dibuka oleh Asisten II, Mukhsin Abdullah mewakili Bupati Ogan Ilir, ditandai dengan Pemukulan Tambur, bertempat dihalaman Kantor Camat Tanjung Raja, Rabu (18/03/20).

Pagelaran Seni Budaya Kecamatan Tanjung Raja mengusung tema, “Saatnya Berbuat Bersama Melestarikan Budaya Lokal Menuju Ogan Ilir Yang Gemilang”.

Camat Tanjung Raja Faisal Bermawi dalam sambutannya mengatakan, terselenggaranya Pentas Seni Budaya ini untuk menampilkan kearifan lokal seni budaya yang ada di Kecamatan Tanjung Raja, diantaranya Tari Seluang Mudik, yang menggambarkan kegembiraan saat mendapatkan ikan di sungai dengan cara di Jala atau Jaring.

Selain itu, lanjutnya, acara ini juga menampilkan Tari Pinang Nibung untuk adat Pernikahan, Serta Tari Kreasi Lainnnya yang dibawakan oleh anak paud dan Para siswa SD, SMP di Kecamatan Tanjung Raja, ujarnya.

Setelah menyaksikan penampilan tentang Budaya dan Seni Kecamatan Tanjung Raja yang merupakan adat turun – temurun dari leluhur Kecamatan Tanjung Raja diharapkan bisa menggali potensi adat Istiadat di daerah, karena selama ini adat Istiadat didaerah hampir tenggelam karena perubahan zaman, katanya.

Sementara Bupati Ogan Ilir, HM Ilyas Panji Alam, melaui Asisten II Setda Pemkab OI, Mukhsin Abdullah menyampaikan, Pagelaran Seni Budaya ini dilaksanakan dalam rangka mentransformasi berbagai nilai budaya bagi masyarakat Kabupaten Ogan Ilir terutama bagi anak-anak muda. 

“Kita harus menggali potensi budaya yang hampir punah, untuk itu mari kita melestarikan dan mempertahankan budaya daerah agar dapat membekali generasi muda agar tidak terpengaruh dan terjerumus kepada budaya asing yang dapat merusak moral dan akhlak anak bangsa oleh sebab itu Pemkab. OI telah menerapkan Program 1 Desa 1 Diniyah Full day School/ yang lebih sering dikenal dengan Sekolah Petang, di Kabupaten Ogan Ilir yang kita cintai ini.” ujarnya.

Dikatakan, “Kebudayaan memegang peran sentral dan strategis dalam keberlangsungan kehidupan bangsa untuk kehidupan yang lebih baik terutama untuk generasi muda. Karena masih banyak anak-anak muda yang terjerumus budaya-budaya yang bernilai negatif. Semoga dengan kegiatan ini akan melahirkan generasi muda yang berjiwa seni dan berkepribadian yang baik dan dapat terbebas dari narkoba.”

Ia juga menghimbau dan berharap kepada seluruh masyarakat generasi muda, anak-anak untuk mencintai budaya daerah, “Lestari Budayaku, Lestari Negriku”.

Disarankan masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi virus corona yang saat ini sedang melanda negara kita Indonesia.

“Khusus masyarkat, terus jalani Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS), jaga kontak tubuh dengan orang asing, dan selalu cuci tangan yang bersih setelah beraktifitas sehingga virus ini dapat dan hindari.” tutupnya

(50)