Staf Ahli SDM Jabar: Tupperware Gratis IPPNU Efektif Kurangi Sampah

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Konferensi wilayah ke 16 IPPNU Jabar dilaksanakan pada 7 Maret 2020 di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Kabupaten Bandung. Pada pembukaan konferwil ini dihadiri oleh jajaran pemerintahan, jajaran banom NU Jawa Barat dan ketua Lembaga serta OKP. Dalam serangkaian acara pembukaan, tamu undangan diisambut oleh parade baju daur ulang yang diparadekan oleh jajaran Duta Pelajar Putri NU Jawa Barat 2019.

Konferensi wilayah ini merupakan agenda terbesar dan terakhir bagi kepengurusan PW IPPNU Jabar masa khidmat 2016-2019 yang ke – 16. Pada tema kali ini mengangkat isu lingkungan dengan tema “Gerakan Milenial Wujudkan Zero Waste Lifestyle”. Hal ini di dasari sebagai bentuk kepedulian IPPNU Jabar terhadap problrmatika liingkungan, khuususnya sampah plastiik. Sangat sulit memang untuk mentiadakan material plastik, maka dari itu kami IPPNU Jabar berkomitmen untuk menjaga lingkungan dan mengendalikan diri dari material sekali pakai.

“Kami mengangkat tema ini berdasarkan upaya kepedulian kami terhadap lingkungan dan masa depan lingkungan, yang dimana penumpukan sampah plastic adalah ancaman bagi kita semua, maka dengan ini kami ingin membentuk kesadaran IPPNU dalam menjaga lingkungan. Alhamdulillah kami juga sudah membagikan 1.700 tumbler kepada kader IPPNU Jabar dan Orasi Lingkungan pada 1.723 titik“ jelas Rekanita Afni selaku ketua penyelenggara kegiatan ini. Selain berganti kepengurusan, diharapkan dengan adanya konferwil ini menghasilkan rumusan-rumusan yang baik untuk IPPNU ke depan.

IPPNU merupakan Banom NU yang memiliki segmentasi khusus pada pelajar putri NU. IPPNU adalah satu-satunya organisasi perempuan terbesar yang secara organisasi mandiri. Jumlah kader IPPNU di Jawa Barat telah mencapai 214.000 anggota kader IPPNU.

“Banyak organisasi perempuan tetapi tidak ada yang seluruh kepengurusannya di urus oleh perempuan secara mandiri. Alhamdulillah pencapaian PW masa khidmat 2016-2019 sangat luar biasa dan patut kita apresiasi. Kami memiliki 27 PC (Pimpinan Cabang) kabupaten/kota, 478 PAC (Pimpinan Anak Cabang) se-Jabar, 698 PK (Pimpinan Komisariat) sekolah/madrasah se-Jabar dan 214.000 anggota kader IPPNU” tutur Rekanita Nurul Fatonah dalam sambutannya. Pada perayaan Sumpah Pemuda di Jawa Barat IPPNU Jawa Barat meraih juara 1 OKP terbaik se-Jawa Barat dalam Tata Kelola Organisasi.

Acara ini di buka oleh Staf Gubernur Jawa Barat Bapak H Ahmad Hadadi beliau mengatakn bahwa IPPNU adalah generasi yang sangat di harapkan di Jawa Barat.

Saat dijumpai wartawan H Ahmad Hadadi mengungkapkan program ini perlu disosialisasikan untuk menjadi budaya. Targetnya zero plastik, tapi semuanya itu perlu proses.

Jadi organisasi seperti ini harus memberikan ketaladanan, praktek langsung bersikap ramah lingkungan. Sampah akan menjadi sumber kehidupan jika dikelola dengan baik. Seperti sampah organik dan non organik. Itu bisa jadi pupuk atau didaur ulang untuk kerajinan tangan.

Kalau saya pribadi mencontohkan dengan tidak merokok sebagai bentuk peduli lingkungan. Ini hal kecil tapi dampaknya besar. Pada hari ini deklarasi pengurangan sampah cukup efektif dan berkelanjutan. Dengan  Tupperware gratis yang dibagi mampu mendorong masyarakat untuk membangun pola hidup sehat melalui kebiasaan membawa bekal wadah minuman atau makanan. Jadi pasti bakal berdampak pada pengurangan sampah plastik, ucapnya

Mantan Kadisdik Jabar ini menilai untuk merealisasikan upaya menciptakan sekolah yang berinovasi dalam ilmu pengetahuan dan sebagai lembaga pendidikan yang peduli lingkungan hidup yang bersih dan sehat, maka dicanangkanlah program Adiwiyata Sekolah. Adiwiyata murupakan program Kementrian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan dalam rangka mendorong terciptanya pengetetahuan dan kesadaran warga sekolah untuk ikut bertanggung jawab dalam pelestarian lingkungan, hidup yang bersih dan sehat. Kegiatan ini sama dengan pelaksanaan program adiwiyata.

(12)