Ustadz. Arif Asyhari Mengajak Remaja Rebahan Membawa Perubahan

Pewarta: Risna Oktaviani

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Remaja Persatuan Islam Katapang melaksanakan kajian rutin yang diisi oleh Ustadz. M Arif Asyhari. Acara berlangsung pada ba’da Ashar, Jumat 06 Maret 2020 di masjid Al-Falah, Bojongbuah Rt.05 Rw.03 Katapang. Dengan tema “Remaja Generasi Perubahan”.

Informasi yang dihimpun dilokasi kajian terlihat dihadiri oleh berbagai remaja masjid Persatuan Islam di katapang ini yaitu dari IRMAHAR, HIREMACI, REMAFA, dan lain-lain. Mereka sangat antusias sekali menghadiri undangan dari Remaja Masjid Al-Falah (IKRAL) Bojong Buah.

Diawal dakwahnya, Ustadz. Arif mengatakan “Saya tidak bangga ketika masjid dipenuhi oleh orang tua, tetapi saya bangga ketika masjid dipenuhi oleh remaja. Karena ini yang orang kafir takuti. Saya ingin acara ini tidak sekali-kali, tetapi berkelanjutan. Karena remaja perlu diarahkan” jelasnya kagum melihat para remaja yang berkumpul memenuhi masjid AL-falah sampai di teras masjid.

Masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir.

Pada pertengahan isi ceramhnya Ustadz Arif memaparkan tentang kondisi remaja dari masa ke masa. Remaja mengalami puncak emosionalitasnya, perkembangan emosi tingkat tinggi. Perkembangan emosi remaja awal menunjukkan sifat sensitif, reaktif yang kuat, emosinya bersifat negatif dan temperamental (mudah tersinggung, marah, sedih, dan murung). Sedangkan remaja akhir sudah mulai mampu mengendalikannya. Remaja yangberkembang di lingkungan yang kurang kondusif, kematangan emosionalnya terhambat. Sehingga sering mengalami akibat negatif berupa tingkah laku “salah usia”, misalnya :

1). Agresif : melawan, keras kepala, berkelahi, suka menggangu dan lain-lainnya

2). Lari dari kenyataan (regresif) : suka melamun, pendiam, senang menyendiri, mengkonsumsi obat penenang, minuman keras, atau obat terlarang

Sedangkan remaja yang tinggal di lingkungan yang kondusif dan harmonis dapat membantu kematangan emosi remaja menjadi :

1). Adekuasi (ketepatan) emosi : cinta, kasih sayang, simpati, altruis (senang menolong), respek (sikap hormat dan menghormati orang lain), ramah, dan lain-lainnya

2). Mengendalikan emosi : tidak mudah tersinggung, tidak agresif, wajar, optimistik, tidak meledak-ledak, menghadapi kegagalan secara sehat dan bijak

Beliau juga menjelaskan pengertian remaja Islam yang diistilahkan dengan  As-Syabab atau al-Fata. Bentuk jamaknya adalah as-Syubban dan al-Fityah. al-Fityah dijumpai dalam al-Qur’an  surat Al-Kahfi ayat 10 & 13 yang menceritakan pemuda yang mendapatkan petunjuk Alloh. Sedangkan  as-Syubban atau as-Syabab dijumpai dalam al-Hadist yang menjelasakan mereka diberikan keistimewaan jika taat dalam masa mudanya kepada Alloh.

Remaja atau disebut juga dengan seorang pemuda merupakan tinta emas yang akan menyongsong masa depan bangsa dan agama. Bahkan pemuda merupakan salah satu yang disebutkan  akan mendapat naungan Allah SWT., sebagaimana sabda Rosul,

Dari Abû Hurairoh, dari Nabi SAW. beliau bersabda, “Tujuh golongan yang dilindungi Allah di bawah naungannya pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya, yaitu imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Tuhannya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid-masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah dan berkumpul serta berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang diajak oleh orang yang memiliki kedudukan dan kecantikan, namun dia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’, seorang laki-laki yang bersedekah seraya menyembunyikan sedekahnya hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan tangan kanannya, dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesunyian lalu air matanya bercucuran”. ( Hadist Muttafaq ‘Alaih)

Ustadz Arif juga meyampaikan tentang hadits Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang tentang masa mudanya,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara : (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, (5) Hidupmu sebelum datang matimu.

Diakhir kajiannya, ustadz Arif mengingatkan dan memberikan motivasi kepada para remaja Persatuan Islam Katapang untuk terus membangun para remaja yang cinta kepada Allah, Rosulullah, dan selalu rindu kepada masjid. Karena bangsa dan agama dimasa yang akan datang ditentukan oleh para remaja sekarang.

Jika waktu muda sudah malas ibadah, jangan harap waktu tua bisa giat.

Jika waktu sehat saja sudah malas shalat, jangan harap ketika susah saat sakit bisa semangat.

Jika saat kaya sudah malas sedekah, jangan harap ketika miskin bisa keluarkan harta untuk jalan kebaikan.

Jika ada waktu luang enggan mempelajari ilmu agama, jangan harap saat sibuk bisa duduk atau menyempatkan diri untuk meraih ilmu.

Jika hidup sudah enggan bertakwa dan mengenakan jilbab, apa sekarang mau tunggu mati?

(41)