Kredit Plus Sumedang Ceroboh, Tak Mensurvey Pemalsu Identitaspun Lolos Cairkan Uang

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Seorang surveyor Kredit Plus Cabang Sumedang bernama Ihsan Firmansyah, yang kini sedang proses pengunduran (resign) dari perusahaan itu disinyalir telah melakukan kecerobohan. Kecerobohan itu berupa adanya konsumen yang lolos mencairkan uang pinjaman dari kantor Kredit Plus dengan menggunakan identitas orang lain.

Dari data yang dihimpun koransinarpagijuara.com, seorang guru bernama Nunung Fatimah, guru SD Cieunteung Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang, berhasil mencairkan pinjaman dengan menggunakan identitas Een Susilawati, seorang pensiunan PNS warga Gudang Kopi Sumedang Selatan.

Dari keterangan Een Susilawati kepada koransinarpagijuara.com menyatakan sebelum nya, KTP dan KK milik nya pernah dipinjam oleh rekanya Dedeh dan juga Nunung Fatimah saat dirinya mau ke Bandung, untuk dipergunakan mereka pinjam dana talang.

“Alasan yang dikatakan Dedeh dan Nunung saat itu untuk pinjam dana talang. Bukan untuk pinjaman ke Kredit Plus”, ujar nya.

Makan nya, kata Een, waktu tiba – tiba ada orang datang dari pihak Kredit Plus menagih tunggakan atas nama dirinya, dia benar – benar kaget.

“Saya benar – benar tidak punya pinjaman ke Kredit Plus atas nama saya sendiri dengan jaminan motor. Kerena saya tidak punya motor kalau pinjaman atas nama oramg lain ada tapi itupun saya cicil dengan lancar”, ujar nya lagi.

Makanya dia juga menyesalkan pihak Kredit Plus yang sudah bertindak ceroboh, ada orang yang mengajukan pinjaman tapi tidak pernah di survey.

“Harus nya pihak Kredit Plus melakukan survey. Jadi kejIadian ini bisa terhindari. Saya kok tidak di survey, pihak Kredit Plus benar – benar sudah ceroboh “, tandas nya.

Akibat kecerobohan
Kredit Plus akhirnya kini saya dirugikan, “Nama saya jadi jelek karena menunggak hingga lima bulan, nanti nama saya jadi tertera di BI checking. Saya benar – benar tidak terima”, tandas nya.

Surveyor Kredit Plus, Ihsan Firmansyah saat berjumpa dengan koransinarpagijuara.com, Rabu, (19/2/20) mengakui, bila dia memang tidak melakukan survey, dia tidak menyangka akan berakibat seperti ini.

“(Konsumen – red) ini ada yang ngasih dari rekan saya. Memang saya tidak menyurvey nya, karena waktu itu datang malam hari “, ujar nya.

Sementara itu Brand Manager Kredit Plus, Mas Rahdian, saat dikonfirmasi koransinarpagijuara.com diruang kerjanya, Jumat (21/2/20) mengakui adanya salah prosedur yang dilakukan MCO (surveyor – red),

“Seharus nya CMO (Ihsan Firmansyah – red) itu melakukan survey terlebih dahulu saat ada ajuan. Tak ada alasan apapun untuk tidak melakukan survey , dia harus tetap melakukan survey”, ujar nya.

“Saya tidak menyangka kejadian ini, kecolongan”, jelas nya.

Diakuinya untuk pencairan atas nama Een Susilawati nilai nya mencapai lebih dari lima juta rupiah.

“Nilai pencairanya sebesar Rp 6.800.000 lebih sedikit”, jelas nya.

Dari data yang dihimpun koransinarpagijuara.com dutenggarai untuk pencairan aras nama Een, unit motor pun hingga di overnamakan dari pemilik awal ke Een Susilawati.

Menanggapi hal itu, menurut pegiat Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyakat (LPKSM), Juanda Kertopati, ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/2/20) menyatakan, bila perbuatan ini merupakan bentuk ketidak jujuran dari pelaku usaha.

“Harus nya pihak Kredit Plus melakukan survey agar tidak ada kerugian yang dirasakan oleh Bu Een ini. Akibat tak dilakukan survey, dampak nya Een didatangi kolektor Kredit Plus, juga nama Een akan jelek dimata Kredit Plus selain itu juga BI Checking pasti muncul. Kalau saat sebelumnya pihak Kredit Plus (Sumedang) teliti dan melakukan survey, pasti hal ini tidak akan terjadi”, ujar nya.

(1196)