Khotib Jum’at Baiturrahman Ingatkan Jama’ah Tentang Proses Kematian

Pewarta: Dwi Arifin

Koran Sinar Pagi (Bandung)-, Khotbah jum’at menjadi kesempatan sang khotib membina keimanan dan ketakwaan umat islam. Sebagai syarat khutbahnya khotib selalu mewasiatkan kepada jama’ah sholat jum’at yang hadir agar bertakwa kepada Allah Ta’ala. Karena dengan ketakwaanlah seseorang berhasil dalam kehidupan dunia dan akhiratnya.

Pada jum’at ini Ustadz Ruslan Gunawan S.Ag membahas tentang proses kematian pada khotbah jum’atnya di Masjid Baiturrahman Jalan Taman Kopo Indah, RW. 15, Margahayu Selatan, Kec. Margahayu, Bandung.

Dikhotbah pertama Ustadz Ruslan menyampaikan ayat “Hai orang orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar benar taqwa kepada Nya dan janganlah sekali kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam”. (QS Ali Imran : 102).
Mari kita sering tadaburi bersama ayat ini. Atau jangan-jangan hati kita tertutup untuk memahami al-qur’an sehingga kita lupa terhadap kewajiban kepada Al-qur’an.

Menurut tafsir ibnu katsir ayat ini mengarahkan kita agar khusnul khotimah dengan menjaga islam, selalu mentaati bukan maksiat, ingat bukan lupa, dan mensyukuri tentang apa yang Alloh berikan.

Berapa banyak orang yang meninggal kita lihat di surat kabar, meninggal dalam keadaan berolahraga, dalam keadaan tidur, maksiat atau dalam keadaan taat. Orang meninggal terkadang dalam keadaan sedang melakukan kebiasaan yang dicintainya.

Abdullah bin Abas menyakini bahwa ibadurrohman merupakan mereka yang kelak akan wafat dalam keadaan muslim karena senantiasa menjaga hubungannya dengan Alloh.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring.” (QS. Ali Imran: 190-191)

Selanjutnya Ustadz Rulsan membahas mengingat mati sebenarnya suatu yang dituntut pada setiap orang. Karena kebanyakan manusia ahir zaman yang rosul khawatirkan ialah terserang penyakit cinta dunia & takut mati. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan yaitu kematian” (HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307).

Dalam khotbah keduanya, Ustadz Ruslan mengingatkan jama’ah dengan membacakan isi kitab dari Ibnul Qayyim (Ar-ruh). Pada kitab itu dijelaskan “kematian merupakan awal bahaya atau kenikmatan”. Karena setelah masuk alam kubur manusia akan mengawali merasakan siksa atau nikmat kubur.

Pada ahir khutbahnya sebelum mendo’akan umat. Ustadz Ruslan menyimpulkan pentingnya bagi setiap muslim untuk mencapai cita-citanya husnul khotimah dengan selalu menjaga lisan dengan dzikir, menjaga hati dengan ketatatan dan memiliki istri yang sholehah senantiasa mengingatkan jika sang pemimpin keluarga lalai.

(145)