Oknum Kepsek Di Way Kanan Lampung, Diduga Lecehkan Profesi Wartawan

Pewarta : Iwan Brata

Koran SINAR PAGI, Kab.Muara Enim,- Buntut dari perilaku segelintir oknum wartawan yang tidak profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik sesuai amanah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Kemerdekaan Pers dan Kode Etik Jurnalistik, berdampak tertorehnya tinta hitam pada profesi insan pers, seperti yang dilansir pada pemberitaan beberapa media online atas keresahan yang dirasakan beberapa penyelengara pendidikan / Kepala Sekolah khususnya di Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung.

Hingga beredarnya video ungkapan keresahan salah satu oknum Kepala Sekolah yang mengatakan melihat wartawan seperti melihat dedemit, pernyataan ini tentu mengundang reaksi keras insan pers/wartawan serta elemen masyarakat lain nya.

Hal ini disampaikan Mintaria Gunadi Koordinator Perwakilan Lembaga Independen Pemantau Angggaran Negara Korperwil LIPAN Propinsi Lampung. Dia sangat menyayangkan atas sikap serta ungkapan yang disampaikan oknum kepala sekolah dimaksud, yang menurut Gunadi sangat berlebihan dan mengandung unsur provokasi, ujarnya, Kamis (13/02/20).

Seyogianya wartawan atau jurnalis merupakan salah satu bagian penting bagi penyelengara negara, khususnya pembangunan pendidikan dan kebudayaan serta lainya.

Menurut Gunadi juga, bila pernyataan oknum kepala sekolah dalam video yang berdurasi 1:55 detik tersebut tidak segera diklarifikasi dan segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada insan pers, khususnya kepada jurnalis yang mejalankan kode etik, maka dirinya sendiri yang akan menyampaikan laporan pengaduan kepihak yang bewajib atas dugaan pencemaran nama baik insan pers atau wartawan,ujarnya.

Gunadi menambahkan dan menghimbau kepada seluruh komponen Penyelengara Negara, Penyelengara Pemerintah wartawan bukan untuk ditakuti, tapi justru wartawan harus di ajak untuk bersama-sama menyampaikan Informasi yang mengedukasi dalam kiprahnya ikut berperan pada pembangunan.

“Wartawan/jurnalis yang juga merupakan bagian dari empat pilar demokrasi dengan sendirinya dibutuhkan oleh masyarakat luas untuk menyampaikan Informasi tentang keberhasilan Pemerintah dalam penbangunan baik bidang Infrastruktur maupun bidang dunia Pendididikan disamping juga sebagai bagian dari social control itu sendiri “jadi”? wartawan bukan untuk di musuhi,bukan untuk di takuti,tapi dijadikan serana penyambung aspirasi publik,” tutup Gunadi.

(17)