Sepatu Dibakar Oknum Guru, Siswa SMPN 2 Cibiuk Sekolah Pakai Sendal Jepit

Pewarta : Agus Lukman

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Insiden pembakaran sepatu siswa SMPN di Garut oleh oknum tenaga pendidik terjadi, pada Senin (3/2/2020). Hal tersebut diketahui setelah adanya informasi dari siswa yang bernama Riyan kelas VIII pada orang tuanya.

Berdasarkan informasi pembakaran sepatu milik siswa SMPN 2 Cibiuk dikarenakan tidak sesuai dengan aturan yang diterapkan oleh pihak sekolah. Setelah sepatunya di bakar kini siswa tersebut berangkat ke sekolah menggunakan sandal jepit meskipun harus malu.

“Pertama kali saya menggunakan sepatu merek Adidas lalu diambil keruang guru. Kemudian diambil lagi oleh oknum guru kemudian di bakar. Saya dipermalukan karena depan siswa lainnya,” ujarnya, Rabu (5/2/2020) saat ditemui di SMPN 2 Cibiuk.

Ryan, Siswa SMP N 2 Cibiuk, Garut

Dikatakan Riyan, pembakaran sepatu tersebut dilakukan dihadapan semua murid saat upacara bendera. Setelah itu pulang dan mengadukan pada kedua orang tuanya.

“Saya malu merasa dipermalukan. Pulang tidak menggunakan sepatu,” ucapnya.

Sementara salah satu tenaga pendidik SMPN 2 Cibiuk, yang menjabat guru olahraga, Uban, membenarkan adanya insiden pembakaran sepatu milik salah satu siswa. “Ya, memang anak tersebut sering mendapatkan peringatan. Yang membakar awal adalah guru berinisial L yang menjabat Wakil Kepala Sekolah (Wakasek),” ucapnya.

Ubang juga menuturkan, setelah adanya insiden tersebut dirinya juga sempat kedatangan saudara siswa tersebut. Bahkan sudah menganjurkan guru yang melakukan tindakan itu untuk meminta maaf.

Sementara Kepala Sekolah SMPN 2 Cibiuk, Asep Tarya, S.Pd, saat dikonfirmasi tidak sedang ada di kantornya. Bahkan dihubungi melalui ponselnya tidak memberikan jawaban.

Ditempat terpisah, Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, sangat perihatin adanya insiden pembakaran sepatu milik siswa oleh tenaga pendidik. “Ya, baru menerima informasi adanya pembakaran sepatu milik siswa. Tentunya hal tersebut tidak semestinya terjadi, apalagi kondisi perekonomian sedang lemah,” ucapnya.

Helmi mengaku, akan meminta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, untuk segera memanggil dan memberikan sanksi pada oknum guru yang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut.

“Ya, Kepala Dinas Pendidikan harus memberikan sanksi dan memanggil oknum guru tersebut,” singkatnya.

(70)