Terkait Galian Tanah Merah, Ketua KMP, “Kepolisian dan Satpol PP Harus Berani Bertindak Tegas”

Pewarta : Dede MR

Koran SINAR PAGI, Kab.Purwakarta,- Akivitas galian tanah merah yang berlokasi di Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta, diduga belum mengantongi izin alias ilegal. Warga disekitar lokasi sangat khawatir rusaknya ekosistem karena sekarang musim penghujan. kemungkinan terjadi erosi dan longsor saat hujan turun. Dan akan berdampak pada keberadaan warga di sekitar lokasi galian.

Warga pun pada Selasa, (22/1/2020) lalu melakukan aksi demo untuk meminta dihentikan segala aktivitas. Namun aksi itu tidak digubris oleh pihak galian tanah merah.

Berdasarkan pantauan dilokasi, puluhan mobil dump truck masih berlalu lalang mengangkut tanah. Bahkan sepanjang jalan yang dilalui kendaraan dump truck tersebut, tampak tanahnya berceceran sehingga dirasa sangat membahayakan bagi pengguna jalan lain.

Menurut ketua komunitas masyarakat purwakarta (KMP) pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Purwakarta, dan juga aparat berwajib (Kepolisian) yang terkesan tutup mata. Padahal, jelas-jelas pengusaha galian Mandala dan LMA tidak mengantongi izin.

“Aneh pemerintah daerah dan juga aparat yang berwajib tutup mata padahal warga sudah melakukan demo, ada apa ?. Dari LSM pun pernah demo, lalu kemana peran pemerintah tidak ada tindakan sama sekali,” cetus Zaenal Abidin.

Ia berharap kepada Satpol PP sebagai kepanjangan tangan Bupati untuk tegakan Perda, dan segera meninjau lokasi galian tanah yang berada di desa Sukajaya Kecamatan Sukatani, untuk melakukan tindakan tegas agar tidak ada lagi Aktivis galian tanah, tegas Zaenal Abidin.

Tambah Zaenal Abidin kemarin aja ada aktivitas galian di wilayah Cigelam Pihak kepolisian langsung tindak tegas dengan cara ambil kunci alat berat Beco, dan hentikan aktivitas, masa sekarang gak berani yang jelas jelas terlihat, pungkasnya.

(215)