Respon Cepat PDAM Tirta Raharja Tinjau SPAM Gambung Bersama Dinas PUPR & Legislator

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Kekhawatiran masyarakat tentang dampak lingkungan SPAM Gambung dimusim penghujan yang disampaikan ke DPRD. Langsung ditanggapi serius PDAM bersama dinas terkait.

Dari hasil pengecekan lapangan, diketahui ada retakan di tebing yang curam di SPAM Gambung. Informasi yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Bandung, panjang retakan hanya sepanjang 2 meter, namun jika dibiarkan berpotensi akan terus memanjang. Selain itu, jika hujan terus-terusan turun, retakan bisa menimbulkan longsor dan akan mengganggu bendungan SPAM Gambung. Walaupun tidak membahayakan pemukiman karena lokasinya cukup jauh dari rumah warga, tapi kalau terjadi longsor akan mengganggu bendungan.

Dengan adanya retakan yang berpotensi mengganggu bendungan SPAM Gambung, BPBD meminta agar PDAM Tirta Raharja melakukan langkah antisipasi seperti memasang paku bumi di sekitar lokasi.

Setelah dipastikan dan ditinjau langsung sekitar Lokasi Spam Gambung, menurut Direktur Tehnik Perumda Air Minum Tirta Raharja, Fujianto didampingi Kepala Dinas PUPR dan Anggota DPRD Kabupaten Bandung tidak ada keretakan jalan ataupun tebing yang dapat mengancam keselamatan Masyarakat dilokasi Air Baku Spam Gambung. Rabu (22/01/2020)

“Ada laporan ke Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Perihal keretakan jalan dan tebing disekitar Air Baku SPAM Gambung,” kata Fujiato.

Fujiato juga mengatakan tidak ada keretakan pada lokasi Spam Gambung.
“sudah dipastikan tidak ada keretakan jalan dan tebing di lokasi SPAM Gambung, yang dapat membahayakan warga Masyarakat,” ucapnya.

Ditempat yang sama Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, H. Yanto Setianto mengatakan, Sudah dipastikan tidak ada keretakan jalan ataupun tebing, dilokasi Air Baku Spam Gambung yang dapat mengancam keselamatan warga masyarakat.

“Kita sangat peka terhadap keluhan dari masyarakat, keluhan sekecil apapun langsung kita lihat ke lokasi untuk mengambil suatu kesimpulan,” katanya.

Kedepan setelah selesai serah terima dari pengembang ke Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, akan ada penyempurnaan infrastruktur seperti tembok penahan tanah, pungkasnya.

Terkait status lahan yang secara resmi belum diserah terimakan, Yanto menilai hal tersebut jangan menjadi kendala. Sebab, SPAM Gambung secara operasionalnya dibawah tanggung jawab PDAM Tirta Raharja.

(9)