Ustadz Ruslan Gunawan Hafidzahullah Bahas Nikmatnya Jasad Saat Membangun Masjid

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Dengan jumlah siswa yang mencapai  kurang lebih 1.263 pelajar, pembangunan perluasan kapasitas Masjid sekolah perlu dilaksanakan. Hal ini bertujuan agar siswa dapat sholat berjama’ah di masjid Syubbanul Uluum SMAN 1 Margaasih pada saat jam istirahat.

Pada tahapan pembanguan tersebut Dewan Kemakmuran Masjid mengajak baik siswa, alumni, guru dan tenaga kependidikan, tenaga ahli kontruksi, hingga masyarakat sekitar untuk bersama menyumbangkan tenaga, harta atau pikirannya meluaskan tempat ibadah kaum muslimin.

Dari zaman dulu, umat islam sangat memprioritaskan kehadiran masjid di lingkungan masyarakat. Pada zaman Nabi Ibrahim Alaihissalam Membangun Ka’bah di Mekah, atau pada zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun Masjid Nabawi di Madinah. Atau pembangunan masjid-masjid lain untuk umat islam. Perjalanan hingga proses panjang membangun masjid ini. Dalam proses itu Hasan Al-Basri ditanya apakah engkau tidak lelah dengan ini? Hasan Al-Basri menjawab “tidaklah ada suatu kelezatan dalam tubuh melainkan saat digunakan untuk dijalan Alloh”. Jadi tidak mungkin kenikmatan seperti ini, walaupun kita lelah saat membangun masjid membuat kita sakit. Justu jasad akan menagih, ingin lagi tentang nikmat ini, hal ini disampaikan Ustadz Ruslan Gunawan Hafidzahullah saat beristirahat bersama setelah membangun masjid dari mulai pukul 7:30-15:30wib (19-01-2020)

Selanjutnya Ustadz Ruslan mengajak merenung tentang amal sholeh yang dilakukan. Pada pembangunan masjid ini, ada santri atau hamba Alloh yang mampu menyumbangkan harta yang banyak, selain itu juga pikiran dan tenaganya dikeluarkan untuk ikut serta mengeluarkan keringat bersama hadir membangun masjid ini. Kita harus iri kepada hamba Alloh yang mampu lebih banyak beramal dengan memberikan segala sesuatu yang terbaiknya.

Selain itu juga perlu ada rasa khawatir dalam diri tentang diterima atau tidaknya amal kita? Tentang niat yang sebenarnya dalam setiap amal?…

Imam at-Thabari pernah mengingatkan umat islam agar senantiasa hati, jasad, atau pikirannya selalu memfokuskan untuk Alloh. Dengan itu kita menjaga atau memperoleh Hidayah Irsyad & Hidayah Taufiq.

Ustadz Ruslan meyakini bahwa bagaimana mungkin Alloh biarkan kita? Kalau kita fokus kepada apa yang Alloh cintai atau perintahkan. Maka jangan sampai urusan pribadi kita lebih diprioritaskan, saat urusan umat, urusan agama datang mengundang kita.

Disisi lain, perwakilan santri atau Ustadz Sandi & Sopian mengungkapkan kesan tentang pembanguan masjid ini. Setiap kebaikan seperti ini jika tidak disambut akan terkalahkan oleh kejelekan. Ini merupakan kesempatan yang sangat jarang, terimakasih DKM yang telah memberikan kesempatan membangun masjid ini. Terimakasih guru kita yang selalu hadir membimbing untuk beramal. Sungguh kebersamaan seperti ini yang akan menguatkan kita. Semoga setiap amal kita diterima.

(48)