Pengusung Bupati Garut Periode ke 2, Pelan Tapi Pasti Partai NasDem Ditinggalkan Rudy Gunawan

Pewarta : Agus Lukman

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Ada yang aneh pada diri Rudy Gunawan selaku Bupati Garut yang di usung 3 Partai pendukung pada Pilkada serentak 2018 lalu.

Diketahui agar bisa maju di periode ke 2 menjadi penguasa Garut, Rudy Gunawan di usung oleh Partai Gerindra, PKS dan Partai penentu yakni Partai NasDem.

Namun usut demi usut, NasDem si Partai penentu yang waktu itu menyumbangkan SK rekomendasi sebagai syarat 10 kursi pendukung Calon Bupati/ Wakil Bupati, kini pelan tapi pasti malah ditinggalkan Rudy Gunawan.

Setelah hilang kursi di DPRD Garut seluruhnya pada Pemilu Legislatif 2019, NasDem kini hanya dipandang Partai abal – abal oleh Rudy Gunawan di Garut. Padahal sebagai pemberi susu waktu Pilkada serentak 2018 lalu, Partai NasDem harusnya diperjuangkan sang Kepala Daerah agar tetap memiliki kursi tetap, atau bahkan bertambah kursi di DPRD. Namun apa dikata, air susu di balas air tuba, Nasdem malah zonk di DPRD Garut tak menyisakan 1 kursi pun meski memeiliki Bupati yang di usung oleh Partai Nasdem.

Beberapa acara yang diagendakan Partai NasDem di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Pusat, sang Raja Daerah Garut pun tak pernah mau hadir. Berbeda dengan undangan dari 2 Partai pendukung lainya yakni Partai Gerindra dan PKS, Rudy Gunawan selalu hadir, apa lagi Sang Wakil Raja Kabupaten Garut ini Helmi Budiman merupakan kader PKS.

Ketua Partai NasDem Garut, atau akrab disapa Ketua DPD NasDem, Tubagus Hamzah menanggapi dengan santai, dirinya hanya melontarkan senyuman bah sinis dengan prilaku Kepala Daerah yang Partai dukungnya, “santai saja, mungkin beliau (Bupati – Red), sedang tak ada jadwal Kenegaraan ketika diundang Partai Gerinda dan PKS,” sapa Tubagus Hamzah, (19/ 1).

Tubagus Hamzah seolah tak mau ambil pusing dan tak terlalu dibuat baper dalam urusan Bupati pilih – pilih isi undangan Partai pendukung. Namun Tubagus menegaskan hanya ingin berbenah kader partai dan konstituen untuk kepentingan Pemilu 2024 nanti agar kembali mengisi DPRD Garut, “bukan urusan saya Bupati mau hadir atau tidak hadir ketika NasDem mengundang di acara resmi, tapi urusan saya sekarang adalah mempersiapkan kaderisasi untuk 2024,” tambah Tubagus.

Pernyataan ketua DPD NasDem Garut sepertinya tak berpandangan sama dengan pengurus lainya, Azhar selaku pengurus Partai NasDem Garut. Dirinya memandang Rudy Gunawan sudah tak mau berurusan dengan NasDem,” saya melihat setiap kali ada kegiatan partai, Rudy hampir tak pernah hadir. Ia hanya perintahkan istrinya yang juga caleg Nasdem yang gagal di Pileg 2019,” kata Azhar di sekertariat DPD Partai NasDem jl Terusan Pembangunan Garut.

Azhar bahkan dengan tegas menyindir Bupati usungan Partainya,” beda kalo pas mau calonkan jadi Bupati periode ke 2, janjinya selangit, bahkan utusanya tiap hari “nyemir” di sekertariat DPD, hebat kan Bapak itu,” tutup Azhar.

(64)